Tebuireng.online- Dalam sambutan pada acara Webinar Nasional “Membangun Peradaban Indonesia Melalui Riset Pendidikan Agama Islam dan Hukum Keluarga”, Direktur Pascasarjana Universitas Hasyim Asy’ari, Prof Imam Supardi, berterimakasih kepada para panitia karena telah mengusung pembahasan tentang warisan keislaman yang diberikan pesantren dalam melanggengkan ajaran Islam secara kaffah, Minggu (20/12/2020).

“Betapa pentingnya membangun sebuah peradaban di Indonesia. Berperadaban tidak hanya berpikir tapi juga berperilaku. Kultur kebudayaan hanya berfokus pada pemikiran, sedangkan kultur peradaban, selain berpikir, kita juga harus bisa melaksanakan pemikiran itu,” katanya. Beliau juga menyebut pentingnya akhlak bagi kehidupan ini terutama bagi umat Islam. Sebelum acara webinar ini, sudah ada konferensi ilmiah 1 dan 2. Diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut bisa memberi motivasi ke teman-teman untuk berpikir secata akademik.

Rektor Universitas Hasyim Asy’ari, Prof Haris Supratno, dalam sambutannya, mengungkapkan bahwa Bangsa Indonesia yang dikenal sebagai bangsa beradab dan santun, akhir-akhir ini dinodai dengan beberapa peristiwa yang kadang dikaitkan dengan agama Islam.

Beliau berharap, semoga dengan melalui seminar ini, dapat tumbuh sebuah motivasi bagi kita semua, bahwa membangun peradaban harus dilakukam semua pihak terkhusus perguruan tinggi, terutama perguruan tinggi Islam yang berada di bawah naungan pesantren yang berperan besar dalam membangun akhlakul karimah. “Walau ilmu semakin berkembang pesat dan kebudayaan semaki pesat, namun tradisi pesantren bisa dipertahankan,” ungkap beliau.

Menurut beliau, nantinya hasil penelitian akan diimplementasikan ke negara. Namun kenyataannya, dibanding dengan pendidikan perguruan tinggi di luar negeri, perguruan tinggi Indonesia masih lemah dalam melakukan penelitian apalagi perguruan tinggi yang berada di bawah Kemenag (Kementerian Agama), sehingga budaya pengambilan kebijakan di Indonesia belum berdasar pada penelitian.  Di samping itu, perusahaan-perusahaan di Indonesia sendiri juga belum banyak yang memberikan dana untuk penelitian.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Hingga pada akhirnya, penelitian saat ini masih bersifat memenuhi persyaratan kelulusan dan belum bisa terlaksana secara baik untuk dimplementasikan ke masayarakat,” terangnya.

Beliau juga berharap bahwa pemerintah akan peduli terhadap dana-dana penelitian, sehingga Perguruan Tinggi Islam bisa meningkatkan kualitas penelitiannya untuk turut membangun peradaban Indonesia, sehingga menjadi besar dan disegani bangsa lain.


Pewarta: Devi

SebelumnyaProf. Marhumah Sebut Perkembangan Keberagamaan dan Riset
BerikutnyaSosok dan Peran Wanita Muslimah Sebenarnya