Sumber foto: tribunnews.com

Oleh: Kang Mar

Suasana Malam Takbiran

Demburan suara beduk memekikkan kuping

Bapak-bapak menjaga anaknya

Seperti kambing-kambing yang mereka gembala

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Cahaya bulan, obor kemenangan yang cerah

Dan suara takbir dilonglong sangat menggemakan

Seperti mengeluarkan aroma mistis

Seperti mbah dukun yang menjampi-jampi

 

Berjalan-jalan dalam keremangan

Suaranya seperti pasukan yang hendak berperang

Sesekali bom kecil diledakkan

Membuat nenek tua pingsan kejantungan

Tapi mengundang kawula muda kegirangan

Ikut meledakkan dengan keceriaan menggunung terbang

 

Kekuatan-kekuatan para pemenang

Melambai-lambai para malaikat berdatangan

Mengepakkan sayapnya menurunkan rohmat tuhannya

Untuk para pemenang sesungguhnya

Bukan pecundang mengaku pemenang

 

Ramadan Lagi

Alhamdulillah

Selingan nafas terasa diperpanjang

Menghembus dalam tatanan jejaringan

Kenikmatan tinggi melengkapi kehidupan

 

Biarlah perut bebunyi

Berdentak memanggil kesengsaraan

Biarlah mulutku berkomat-kamit

Memanggil asma-asma –Nya

Dalam setiap nafas kehagiaan

Biarlah mata selalu terpejam

Di siang bolong tak melonglong

Demi setetes air surga 7 rupa

 

Syukur…..

Malaikat maut menjaga

Dari gelapnya alam barzah

Membiarkan menikmati kemuliaan

Keagungan, kenikmatan, tak berbilang

 

Ramadan lagi

30 hari bersamanya

Itu sehari terasa

 

Doaku Sepanjang Hari

Tuhan

Hinakah hamba menyapa pagi ini

Menatap tetap ratap

Menyapu surya terbit merayap

Dengan halangan embun suci senyap

 

Tuhan

Hinakah, pantaskah hamba mengutuk siang ini

Panasnya menelanjangi basah

Membawa angan-angan menguap resah

Terkadang bersembunyi

Dalam awan pasrah

 

Tuhan

Ampunilah hamba membentak malam ini

Dengan dinginnya tertelungkup

Hus….. menyelundup dalam silup

Redup remang kadang gelap tersusup

 

Dalam segala lamunan hamba istighfar

Munajat hamba, penyesalan hamba

Astaghfirullahaladzim