Sahur ala Rasulullah, Makna dan Manfaatnya bagi Tubuh

115

Sahur adalah penentu kualitas kita saat berpuasa seharian penuh.  Karena di sanalah niat kita dipersiapkan, juga hati yang dilatih taat kepada Allah. Yang menarik adalah Rasulullah mengajarkan kepada kita bahwa menu sahur tidak harus mewah dan berlimpah ruah. Tidak apa sedikit tetapi berkah. Dengan beberapa butir kuma, air, susu atau madu itu sudah cukup supaya fisik kita terjaga dan keberkahan menyertai seharian.

Kebanytakan dari kita menjadikan sahur sebagai ajang balas dendam sebelum puasa seharian. Kita sering lupa bahwa sahur bukan pada seberapa banyak makan yang kita makan tetapi pada keberkahan makanan. Kiat memenuhi piring hingga penuh, tetapi hati kosong hampa dari kesadaran beribadah. Maka dari itu sudahkah kita mengikuti jejak teladan Rasulullah yang penuh nikmat dan barokah saat sahur?

Dalam sebuah hadits riwayat Muhammad Al-Bukhari dan Muslim bin Al-Hajjaj:

Bersahurlah kalian, karena dalam sahur itu terdapat keberkahan.”

Adapun menu yang dianjurkan Rasulullah saat bersahur adalah: Pertama, salah satu makanan yang dianjurkan Rasulullah saat sahur adalah kurma. Glukosa alami yang ada pada kurma mudah di cerna oleh tubuh sehingga mampu memberikan energi cepat dan stabil saat menjalankan ibadah puasa. Selain itu juga, kurma kaya akan serat, kalium, magnesium serta antioksidan.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Secara ilmiah, penelitian modern telah menujukkan bahwa kurma memiliki indeks glikemik sedang, sehingga membantu menjaga kestabilan gula darah lebih lama dibandingkan dengan makanan olahan manis yang tinggi gula.

Kedua, air adalah minuman sederhana yang menyehatkan. Rasulullah tidak pernah berlebihan dalam makan. Bahkan dalam kondisi tertentu beliau hanya sahur dengan air. Dalam hadits riwayat Ahmad bin Hambal disebutkan bahwa sahur tetap berpahala meskipun hanya dengan seteguk air.

Banyak manfaat yang dimiliki oleh air, selain menjaga hidrasi tubuh selama berpuasa, air juga dapat membantu metabolisme tubuh da menjaga konsentrasi serta daya tahan tubuh. Dalam catatam kesehatan, dehidrasi ringan saja dapat menurunkan fokus dan stamina, maka dari itu minum air yang cukup saat sahur adalah sebagian dari kebutuhan biologis dan juga menjadi kesunnahan.

Selanjutnya ketiga adalah susu atau madu yang menjadi sumber nutrisi alami. Dalam berbagai hadist riwayat, Rasulullah juga mengkonsumsi susu dan madu. Susu yang mengandung protein, kalsium, dan lemak sehat yang bisa membantu rasa kenyang lebih lama. Tapi, perlu diperhatikan dalam membeli susu, karena ada yang susu dengan campuran gula yang tinggi yang dapat menyebabkan perut menjadi buncit. Sementara madu disebutkan dalam al-Quran sebagai minuman yang mengandung obat yang menyembuhkan.

Di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.” (QS. An-Nahl: 69)

Ini adalah poin penting; tidak berlebihan. Dan inilah yang menjadi prinsip dari pola makan Rasulullah. Prinsip makan beliau adalah, sepertiga untuk makan, sepertiga untuk minum, dan sepertiga lagi untuk udara. Prinsip ini sangat relevan dengan konsep kesehatan modern tentang mindful eating dan pencegahan obesitas.

Data dari Kementerian Kesehatan RI menujukkan bahwa angka obesitas di Indonesia terus meningkat beberapa tahun terakhir. Sayangnya, bulan Ramadhan justru sering menjadi momen konsumsi berlebihan, terutama saat sahur dan berbuka. Pada sunnah Rasulullah justru mengajarkan kesederhanaan dan pengendalian diri.

Menu sahur ala Rasulullah ini mengarkan kita bahwa kekuatan tubuh bukan dari seberapa banyaknya makanan yang kita makan melainkan dari keberkahan dan keseimbangan. Kurma, air, susu dan madu salah satunya adalah simbol yang kaya akan manfaat.

Di antara konsumtif yang menjadikan raamadhan ini sebagai bulan kuliner, kita perlu melihat teladan Rasulullah karena sahur bukan ajang balas dendam lapar melainkan persiapan Rohani dan jasmani kita untuk beribadah kepada Allah S.W.T

Pada akhirnya sahur bukan hanya soal apa yang kita makan tetapi bagaiamana cara kita memaknainya. Dengan mengikuti sunnah beliau, kita tidak hanya mendapatkan energi fisik saja tetapi juga menndapatkan pahala dan keberkahan dala setiap suapan. Semoga sahur kita smeuaa bukan hanya sekedar rutinitas, tetapi juga dapat menjadi bagian dari perjalan kita sebagai hamba Allah SWT menuju ketaqwaan.

Baca Juga: Saat Makan Sahur Terdengar Azan, Apa yang Harus Dilakukan?


Penulis: Nabila Rahayu

Editor: Sutan