Suasana Bazar Buku di STIT UW Jombang pada Ahad (01/10/2017).

Tebuireng.online— Demi meningkatkan daya beli buku di kalangan mahasiswa, PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Ya’qub Husein Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) UW menggelar bazar buku yang bertempat di kampus STIT (Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah) al Urwatul Wutsqo Jombang pada Ahad (02/10/2017). Dalam kegiatan ini, panitia bekerja sama dengan sejumlah penerbit, seperti Diva Press, Gramedia, dan Pustaka Tebuireng.

Ketua Panitia, Rahmadi mengungkapkan, Bazar buku ini digelar untuk membudayakan  Indonesia membaca. “Dimulai dari kalangan mahasiswa yang berperan sebagai agen of change sebagai garda terdepan masyarakat,” ungkapnya

“Di STIT UW  masih kesulitan mencari referensi dan bahan bacaan. Dengan adanya bazar buku diharapkan budaya membaca di kalangan mahasiswa meningkat, sehingga menjadikan mahasiswa memiliki pola pikir yang progresif dalam akademisi,” ujar mahasiswa yang saat ini belajar di semester 5 itu.

Ia menjelaskan, bazar buku ini dilaksanakan selama bulan Oktober mulai pukul 09.00  sampai pukul 17.00. Banyak buku yang disediakan baik buku fiksi maupun non fiksi. “Total penjualan mencapai 785 ribu,” ungkapnya. Pada bazar buku kali ini, panitia menggandeng beberapa penerbit nasional, seperti Pustaka Tebuireng, Diva Pres, Gramedia, Humaniora, Serambi, dan Keira.

“Untuk   mahasiswa mari kita budayakan membaca ilmu untuk melihat dunia. Kita sudah kalah jauh dri mahasisawa luar negeri yang tiap hari makanan dan sarapannya buku. Sedangkan kita di Indonesia sungguh miris tidak pernah ada hal tersebut,” pesannya kepada mahasiswa.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Staf Marketing Pustaka Tebuireng, Khoirul Umam menjelaskan bahwa pihaknya sangat antusias mengikuti gelaran bazar buku di STIT UW ini, mengingat perlunya menyadarkan mahasiswa bahwa membaca merupakan kebutuhan, bahkan hobi dan kesenangan, bukan sekedar kewajiban. “Kalau wajib kan sekedar menjalankan tugas kampus, kalau kebutuhan kan terus menerus, apalagi kalau jadi hobi dan kesenangan,” ungkap pria asal Mojowarno itu.

Senada dengan hal tersebut salah satu mahasiswi STIT UW, Mufidah, mengatakan bahwa bazar buku tersebut sangat mendukung. Baginya, membaca buku sama dengan mengenyangkan pengetahuan sebagai mahasiswa, selain juga bisa menghemat ongkos ke toko buku.

“Jika niatan menjual buku untuk mendapatkan untung banyak, ya hanya dapat untung saja, tetapi jika diniati untuk beribadah, membantu sesama agar proses menuntut ilmu ini semakin mudah maka tentunya akan mendapatkan nilai tersendiri di hadapan Allah,” lanjutnya

Mantan Presiden Mahasiswi (Presmi) STIT UW 2016/2017, Hasanatul Mutmainnah berharap dengan adanya bazar buku ini, dapat menumbuhkan minat baca mahasiswa, khususnya minat baca tentang prodi yang sedang ditempuh saat ini. Menurutnya, seharusnya, mahasiswa tidak terpaku pada buku-buku yang digunakan sebegai rujukan akademik saja, tetapi bacaan yang lebih luas, agar diskusinya menjadi semakin luas pula.

“Karena setiap tahun pasti mahasiswa akhir membutuhkan referensi untuk skripsi dan bukan hanya satu buku saja. Bukankah sebuah kebaikan tersendiri jika bisa membantu orang lain dalam mengerjakan skripsi? Jika memudahkan orang lain, maka insyaAllah juga akan dimudahkan urusan kita oleh Allah,” ungkap mahasiswi asal Bojonegoro tersebut mendoakan seluruh pihak yang terlibat dalam acara ini.

Ia berpendapat, membaca dapat memberi nutrisi kepada hati. “Dari membaca kita memiliki pemikiran, dari membaca kita punya nutrisi, dari membaca kita punya sesuatu yang tidak setiap orang lain dapatkan dari membaca buku, meskipun buku yang sama. Corak pemikiran seseorang juga dapat dilihat dari buku yang dibaca,” pungkasnya.


Pewarta:            Izzatul Mufidati

Editor/Publisher: M. Abror Rosyidin

SebelumnyaMuspika Ngoro Ikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila di SMA Trensains Tebuireng
BerikutnyaHukum Membantu Orang Kafir