Camat Ngoro, Susanto, menjadi Inspektur Upacara Bendera dalam rangka Hari Kesaktian Pancasila pada Ahad (01/10/2017) di SMA Trensains Tebuireng. (Foto: Dok. SMA Trensains)

Tebuireng.online— Dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila pada Ahad (01/09/2017), Camat Ngoro, Santoso, memimpin upacara bendera di SMA Trensains Tebuireng. Upacara ini dihadiri oleh seluruh perangkat Kecamatan Ngoro, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Ngoro, Mudir Pendidikan Yayasan KH. M. Hasyim Asy’ari, Drs. H. Kusnadi Said, segenap guru, karyawan dan siswa SMA Trensains.

Upacara ini berjalan dengan hidmat dan lancar. Para siswa yang bertugas sebagai petugas upacara pun bertugas dengan baik dan maksimal. Mereka ini dilatih langsung oleh dua anggota TNI yang bertugas di Diklat Kader Pesantren Tebuireng untuk mempersiapkan upacara tersebut. Dalam kesemaptan ini, Camat Ngoro, Santoso mengucapkan terimakasih kepada pihak sekolah atas kesediannya menjadi tuan rumah upacara Hari Kesaktian Pancasila.

Dalam amanat inspektur upacara, Camat Santoso menuturkan bahwasanya tujuan diadakannya upacara Hari Kesaktian Pancasila ini, untuk transformasi pendidikan termasuk di dalamnya dengan cinta tanah air. ”Peran SMA Trensains di sini adalah potensi bagi kecamatan Ngoro,” tuturnya. Ia juga bangga dengan sekolah ini yang dapat mepadukan antara sekolah dan pesantren.

Camat Ngoro, Santoso mengatakan bahwa Indonesia menjadi negara yang hebat sebab berdiri dengan pancasila sebagai ideologinya.  Dasar negara yang mengalami berbagai pemberontakan, puncaknya saat 30 September 1965 oleh PKI dan DI/TII pada 1953.  “Isu yang marak disebarkan di jejaring sosial saat ini adalah bangkitnya PKI. Pesan singkat bagi generasi muda adalah harus jernih menerima berita perkembangan zaman. Jangan mudah terprovokasi,” ungkapnya.

Mudir Pendidikan Sekolah, H. Kusnadi Said menjelaskan, Pesantren Tebuireng yang mewajibkan santri untuk mengetahui sejarah hitam Negara Indonesia. “Berabad-abad lamanya Indonesia melawan penjajah dan kita berhasil menumpasnya. Sayangnya, saat pancasila disahkan menjadi dasar Negara, pemberontakan datang dari dalam bangsa sendiri,” ungkap beliau ketika diwawancarai oleh jurnalis muda SMA Trensains.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Nila, salah satu siswi asal Madiun, mengungkapkan bahwa pancasila merupakan ideologi yang tepat bagi bangsa,  buktinya pemberontakan PKI yang bertubi-tubi untuk menggulingkan Pancasila tidaklah berhasil.  “Bukan pancasila yang berhasil  bertahan, tapi rakyat Indonesia yang berhasil mempertahankan,” ungkapnya dengan nada menggebu-gebu.


Pewarta:            Salma/Ifana

Editor/Publisher: M. Abror Rosyidin

SebelumnyaGeofisikawan Lulusan Universitas Hamburg Jerman Isi Studium General SMA Trensains
BerikutnyaSadarkan Mahasiswa Pentingnya Membaca, PMII Ya’qub Husein Gelar Bazar Buku