Foto: Ghunniyatul Karimah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. الحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ. وَالعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّهِ مُحَمَّدٍ وَآلِهِ أَجْمَعِيْنَ

Bismillahirrahmanirrahim.. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Kesudahan yang baik bagi orang-orang yang bertakwa. Salawat serta salam tetap tercurahkan kepada NabiNya, Muhammad dan seluruh keluarganya.

اِعْلَمْ أَنَّ وَاحِدًا مِنَ الطَّلَبَةِ المُتَقَدِّمِيْنَ لَازَمَ خِدْمَةَ الشَّيْخِ الإِمَامِ زَيْنِ الدِّيْنِ حُجَّةِ الإِسْلَامِ أَبِي حَامِدِ بْنِ مُحَمَّدٍ الغَزَّالِي، قَدَّسَ اللهُ رُوْحَهُ، وَاشْتَغَلَ بِالتَّحْصِيْلِ وَقِرَاءَةِ العِلْمِ عَلَيْهِ حَتَّى جَمَعَ دَقَائِقَ العُلُوْمِ وَاسْتَكْمَلَ فَضَائِلَ النَّفْسِ. ثُمَّ إِنَّهُ تَفَكَّرَ يَوْمًا فِي حَالِ نَفْسِهِ وَخَطَرَ عَلَى بَالِهِ وَقَالَ: إِنِّي قَرَأْتُ أَنْوَاعًا مِنَ العُلُوْمِ وَصَرَفْتُ رَيْعَانَ عُمْرِي عَلَى تَعَلُّمِهَا وَجَمْعِهَا، وَالآنَ يَنْبَغِي لِي أَنْ أَعْلَمَ أَيَّ نَوْعِهَا يَنْفَعُنِي غَذاً وَيُؤْنِسُنِي فِي قَبْرِي؟ وَأَيُّهَا لَايَنْفَعُنِي حَتَّى أَتْرُكَهُ، كَمَا قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: اللَّهُمَّ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ عِلْمٍ لَايَنْفَعُ

Ketahuilah bahwa salah seorang santri terdahulu mengabdikan dirinya kepada as-Syaikh al-Imam Zain ad-Din Hujjah al-Islam Abu Hamid bin Muhammad al-Ghazali, semoga Allah menyucikan ruhnya. Ia menyibukkan diri meraih dan membaca ilmu pada al-Imam sehingga menghimpun daqaiq (kedalaman) ilmu dan menyempurnakan keutamaan jiwa.

Pada suatu hari, santri ini merenungkan keadaan dirinya dan mengkhawatirkan kondisinya. Ia berkata, “Sesungguhnya aku telah membaca bermacam-macam ilmu. Aku telah menghabiskan masa produktif umurku untuk mempelajari dan menghimpunnya. Sekarang, seyogianya mengetahui mana yang bermanfaat bagiku dan menyenangkanku di dalam kubur. Yang tidak bermanfaat bagiku akan kutinggalkan, seperti sabda Rasulullah SAW, ‘Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat.’”

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

فَاسْتَمَرَّتْ هَذِهِ الفِكْرَةُ حَتَّى كَتَبَ إِلَى حَضْرَةِ الشَّيْخِ حُجَّةِ الإِسْلَامِ مُحَمَّدٍ الغَزَّالِي رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى اِسْتِفْتَاءً وَسَأَلَهُ مَسَائِلَ وَالْتَمَسَ نَصِيْحَةً وَدُعَاءً. قَالَ: وَإِنْ كَانَ مُصَنَّفَاتُ الشَّيْخِ كَالإِحْيَاءِ وَغَيْرِهِ تَشْتَمِلُ عَلَى جَوَابِ مَسَائِلِي، لَكِنْ مَقْصُوْدِي أَنْ يَكْتُبَ الشَّيْخُ حَاجَتِي فِي وَرَقَاتٍ تَكُوْنُ مَعِي مُدَّةَ حَيَاتِي وَأَعْمَلُ بِمَا فِيْهَا مُدَّةَ عُمْرِي إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى، فَكَتَبَ الشَّيْخُ هَذِهِ الرِّسَالَةَ إِلَيْهِ فِي جَوَابِهِ. وَاللهُ أَعْلَمُ

Pikiran-pikiran ini terus melekat sehingga ia menulis surat kepada as-Syaikh Hujjah al-Islam Muhammad al-Ghazali ra. untuk meminta fatwa. Santri ini menanyakan beberapa permasalahan dan meminta nasihat serta doa. Ia berkata, “Meskipun karya-karya as-Syaikh seperti Ihya’ dan lainnya telah menjawab permasalahanku, akan tetapi harapanku adalah agar as-Syaikh menuliskan kebutuhanku dalam lembaran-lembaran yang bisa saya sanding selama hidupku, mengamalkan isinya sepanjang umurku Insyaallah.” Maka as-Syaikh menuliskan risalah ini pada santri tersebut sebagai jawabannya. Allahu A’lam!

-o0o-

إِعْلَمْ أَيُّهَا الوَلَدُ المُحِبُّ العَزِيْزُ، أَطَالَ اللهُ بَقَاكَ بِطَاعَتِهِ وَسَلَكَ بِكَ سَبِيْلَ أَحِبَّائِهِ، أَنَّ مَنْشُوْرَ النَّصِيْحَةِ يُكْتَبُ مِنْ مَعْدَنِ الرِّسَالَةِ، إِنْ كَانَ قَدْ بَلَغَكَ مِنْهُ نَصِيْحَةٌ، فَأَيُّ حَاجَةٍ لَكَ فِي نَصِيْحَتِي، وَإِنْ لَمْ يَبْلُغْكَ فَقُلْ لِي مَاذَا حَصَلْتَ فِي هَذِهِ السِّنِيْنَ المَاضِيَةِ؟

Ketahuilah wahai santriku tercinta, –semoga Allah melanggengkanmu dalam ketaatan kepadaNya dan berjalan denganmu di jalan orang-orang yang dicintaiNya- bahwa penjelasan nasihat telah tertuang dari sumber risalah (ajaran Nabi SAW). Apabila nasihat dari sumber risalah itu telah sampai padamu, maka apa kebutuhanmu pada nasihatku?; dan apabila belum sampai padamu, maka katakan padaku, “Apa yang telah engkau raih pada tahun-tahun yang telah lalu?”


*Diterjemahkan oleh Yayan Mustofa dari Kitab Ayuhal Walad, sebuah risalah balasan Imam Abu Hamid al-Ghazali kepada seorangan muridnya yang bertanya tentang permasalahannya. 

SebelumnyaWasiat Nabi Muhammad kepada Ali bin Abi Thalib (Bagian 6)
BerikutnyaKunjungi Tebuireng, Medical Education Hong Kong akan Berikan Beasiswa untuk Santri