Sumber: Google.com

Oleh: Pluralisa*

Rayapanmu melekat

Dalam sayap kerapuhan

Ini sudah menua,

Jangan sentuh lagi

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Atau rayapnya

Lebih penuh nan rapuh

Dalam kebusukan hampa

Berakhir positif

 

Kukerahkan tuk menjamah

Baris sekuel-sekuel itu

Hari itu paling memonopoli

Antara kucaran terjemah

Hey, ini lebih rumit lagi

 

Pak tua itu berjalan

Dalam kumparan hitam

Nan tegak menyala

Mereka dibawah menatapi

Plus dan minus

 

Katakan pada setelan

Yang di ukur dahulu

Kau akan hidup ( lagi)

Setelah 5, atau apalagi

10 kemudian.

Jujur saja,

Senyum itu membuat

Dia, kamu, kita merasa ngilu


*Santriwati Pondok Walisongo Cukir

SebelumnyaPerawan yang Tak Lagi Muda
BerikutnyaYuk, Ikuti Ma’had Aly Arabic Festival