Ratusan Calon Santri Bersaing Rebutkan Kuota PSB SMP A Wahid Hasyim

62
Calon santri SMP A Wahid Hasyim saat mengikuti tes seleksi masuk (foto: ilvi)

Tebuireng.online— Sekolah Menengah Pertama (SMP) Abdul Wahid Hasyim (AWH) Tebuireng kembali menggelar tes Penerimaan Santri Baru (PSB) pada Sabtu (20/12/2025). Pada tahun ajaran ini, sebanyak 361 calon santri tercatat mengikuti seleksi untuk memperebutkan 288 kuota yang tersedia.

Santri yang dinyatakan lolos seleksi nantinya akan dibagi ke dalam sembilan rombongan belajar (rombel), terdiri dari lima rombel putra dan empat rombel putri.

Kepala SMP AWH Tebuireng, Dwi Rahmat Siswoyo, S.Pd., menjelaskan bahwa sebelum pelaksanaan tes, para calon santri terlebih dahulu dikumpulkan pada pukul 07.00 WIB untuk menerima pengarahan guna mendukung kelancaran dan ketertiban kegiatan seleksi.

Baca Juga: Swarna Nusantara 2025, SMP A Wahid Hasyim Gelar Pentas Seni dengan Videotron Perdana

“Materi tes PSB meliputi psikotes, hitung cepat atau kemampuan matematika dasar, Tes Kemampuan Akademik (TKA) dasar, tes baca Al-Qur’an, serta wawancara,” terangnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ia juga menyampaikan bahwa penguji dalam seleksi didominasi oleh guru internal SMP AWH. Namun, untuk menjaga objektivitas penilaian, panitia menghadirkan penguji dari luar kota, khususnya pada tes psikotes.

“Penguji rata-rata dari guru sini sendiri, seperti tes akademik, Al-Qur’an, dan wawancara. Untuk psikotes, kami mendatangkan penguji dari luar,” jelasnya.

Antusiasme tinggi juga terlihat dari para wali calon santri. Abdul Hakim, wali santri asal Pemalang, berharap putra pertamanya dapat menimba ilmu di SMP AWH Tebuireng. Menurutnya, pilihan tersebut didasarkan pada standar keilmuan yang jelas serta kesesuaian dengan latar belakang keluarganya.

“Harapannya anak pertama bisa menjadi penerus dan pembimbing adik-adiknya. Kami memilih Tebuireng karena standar keilmuannya jelas, terlebih kami keluarga Nahdlatul Ulama,” ungkapnya.

Calon santri putra yang mengikuti tes PSB di SMP A Wahid Hasyim (foto: ilvi)

Hal senada disampaikan Suparno, wali santri asal Gresik yang tengah menunggu putrinya, Putri Astina Bilqis Ayana, mengikuti tes. Ia mengaku memilih SMP AWH setelah melakukan riset mengenai kualitas dan karakter pendidikan di sekolah tersebut.

Baca Juga: Tes Masuk Tebuireng, SMP Sains Tebuireng Catat 573 Pendaftar

“Kakaknya alumni sini. Akhlaknya bagus, karakternya baik, gurunya sabar, murid dianggap seperti anak sendiri,” tuturnya.

Meski demikian, Suparno menegaskan tidak memberikan tekanan berlebih kepada putrinya. “Saya hanya meminta belajar semampunya. Pelajaran yang sudah dipelajari di MI itu saja yang dikerjakan. Harapannya bisa diterima di sini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ketertarikannya terhadap Tebuireng juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang mayoritas merupakan alumni pesantren tersebut. Dalam memilih sekolah tingkat menengah, ia memberikan kebebasan penuh kepada putrinya hingga akhirnya mantap memilih SMP AWH.

Dari sisi calon santri, Zidane Anugrah Ramadhan asal Surabaya mengaku ingin menjadi santri atas dorongan orang tua dan keinginannya sendiri. Ia mempersiapkan diri dengan menghafal surat-surat pendek serta mengikuti les privat matematika.

“Saya ingin sekolah di sini dan berharap bisa diterima,” ujarnya singkat.

Baca Juga: SMP A. Wahid Hasyim Tebuireng Raih Predikat Adiwiyata Mandiri dengan Nilai Sempurna

Sementara itu, Raziq Naufal Syuhada, calon santri asal Jombang, juga menyampaikan bahwa keinginannya mendaftar di SMP AWH muncul dari niat pribadi serta dukungan keluarga. “Biar mandiri dan cari pengalaman,” harapnya.

Pelaksanaan tes PSB SMP Abdul Wahid Hasyim Tebuireng berlangsung tertib dan kondusif, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap lembaga pendidikan yang mengintegrasikan pendidikan akademik, keagamaan, dan pembentukan karakter santri.



Pewarta: Ilvi Mariana
Editor: Rara Zarary