
Tebuireng.online— Unit Madrasah Mu’allimin Hasyim Asy’ari Tebuireng, menyelenggarakan tes Penerimaan Santri Baru (PSB) pada Sabtu (20/12/2025). Kegiatan seleksi dimulai sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai, diikuti puluhan calon santri yang datang dengan semangat dan harapan besar.
Sebelum memasuki ruang ujian, para calon santri terlebih dahulu mendapatkan pengarahan selama kurang lebih 30 menit. Selanjutnya, mereka mengikuti rangkaian tes di ruang kelas yang telah ditentukan. Pada gelombang ini, tercatat sebanyak 44 calon santri mendaftar, sementara kuota yang disiapkan mencapai 100 santri.
Panitia PSB Unit Mu’allimin Hasyim Asy’ari, Robi, menjelaskan bahwa berbeda dengan unit Tebuireng lainnya, Mu’allimin biasanya membuka pendaftaran hingga dua atau tiga gelombang.
“Insyaallah, khusus Mu’allimin biasanya akan ada gelombang kedua atau ketiga,” terangnya.
Baca Juga: Santri Muallimin Tebuireng Hidupkan Kembali Tradisi Bahtsul Masail
Adapun materi tes meliputi baca Al-Qur’an, wawancara, tes kemampuan akademik, serta psikotes. Robi menjelaskan bahwa setiap jenis tes ditangani oleh penguji yang berbeda sesuai bidangnya.
“Tes baca Al-Qur’an diuji oleh guru Al-Qur’an, tes kemampuan akademik diawasi oleh pimpinan, wawancara oleh BK, dan psikotes oleh pihak dari UIN Malang,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa soal dan materi ujian disusun oleh Unit Mu’allimin dan diterbitkan melalui pusat.
Menurut Robi, secara umum pelaksanaan tes berjalan lancar. Namun, terdapat beberapa calon santri yang berhalangan hadir sehingga akan dijadwalkan mengikuti tes susulan.

Antusiasme juga terlihat dari para wali calon santri. Dian, salah satu wali yang tengah menunggu putranya mengikuti tes, mengungkapkan harapannya agar sang anak dapat diterima di Unit Mu’allimin. Meski berbeda dengan pilihan pendidikan kakaknya, Dian tetap memberikan dukungan penuh terhadap keputusan putranya.
Baca Juga: Lailatul Muwaddaah Mu’allimin, Perpisahan Penuh Pesan
“Harapannya bisa jadi ulama. Ini pilihan putra saya sendiri. Kakaknya mondok di luar, tapi adiknya ingin di sini. Tidak ada persiapan khusus, hanya mengikuti try out yang diadakan kemarin,” tuturnya.
Hal serupa disampaikan Imam Baihaqi, wali santri asal Sengon, Jombang. Ia mengaku mendaftarkan putranya ke Unit Mu’allimin atas keinginannya sebagai orang tua, dengan harapan sang anak memperoleh ilmu yang bermanfaat dunia dan akhirat.
“Supaya anak menjadi anak yang bermanfaat, agamanya kuat, dan selamat dunia akhirat,” ungkapnya.
Terkait rencana masa pendidikan putranya, Imam mengaku belum dapat memastikan apakah akan melanjutkan hingga enam tahun atau cukup tiga tahun.
“Dilihat nanti, tiga tahun atau enam tahun semampunya,” imbuhnya.
Dari sisi calon santri, Subhi Kamal Mustofa mengaku cukup percaya diri setelah mengikuti tes baca Al-Qur’an dan wawancara. Meski mendaftar atas dorongan orang tua, ia berusaha menjalani seluruh tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh.
“Alhamdulillah, tes yang sudah saya ikuti cukup mudah,” ujarnya.
Baca Juga: Semarakkan Wisuda Takhassus & Bin Nadhor, Santri Mu’allimin Lalaran Alfiyah
Cerita menarik juga datang dari dua bersaudara asal Pasuruan, Ishomuddin Ahmad dan Ahmad Taqiyuddin. Ishomuddin mengungkapkan bahwa awalnya ia berencana mendaftar di unit Tebuireng lain. Namun, atas arahan orang tua, ia akhirnya memilih Unit Mu’allimin. Memiliki bakat di bidang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), ia berharap dapat mengembangkan prestasinya di unit ini.
Sementara itu, Ahmad Taqiyuddin mengaku mendaftar karena keinginannya sendiri yang didukung penuh oleh keluarga. Ia ingin melanjutkan jejak kakeknya yang dikenal sebagai ulama di daerahnya.
“Keinginan sendiri didukung keluarga, karena ingin menambah ilmu agama dan meneruskan perjuangan kakek,” ungkapnya.
Antusiasme serupa juga disampaikan M. Habiburrohman asal Madura. Ia memilih Unit Mu’allimin Hasyim Asy’ari karena keinginannya mendalami ilmu agama, khususnya ilmu Sharaf dan Nahwu.
Pewarta: Ilvi Mariana
Editor: Rara Zarary


















