Sabet Dua Trofi Olimpiade Bahasa Arab, Delegasi MTs Sains Tebuireng Tembus Tingkat Provinsi

10

Tebuireng.online- MTs Sains Salahuddin Wahid Tebuireng Kesamben kembali mengukir capaian gemilang dalam ajang Olimpiade Bahasa Arab (OBA) tingkat Kabupaten tahun 2026. Dari total enam santri yang didelegasikan untuk berkompetisi, dua di antaranya sukses membawa pulang penghargaan juara, bahkan salah satu dari mereka dipastikan melenggang ke babak lanjutan di tingkat Provinsi.

Dua santri berprestasi tersebut adalah Husnatul Cyifa Anggraini dari kelas IX B yang sukses mengamankan posisi Juara 3 sekaligus meraih tiket ke tingkat Provinsi. Sementara itu, rekannya, Nuriana Rihadhatul Aisyah dari kelas IX C, juga berhasil menorehkan performa apik dengan keluar sebagai Juara Harapan 2.

Tahapan kompetisi OBA tingkat Kabupaten sendiri telah rampung dilaksanakan pada 16 Mei 2026 lalu. Pasca-keberhasilan ini, Husnatul Cyifa Anggraini kini tengah bersiap menghadapi seleksi tingkat Provinsi yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Agustus 2026 di MTsN Babat, Lamongan. Ajang tahunan ini diinisiasi secara resmi oleh Forum MGMP Bahasa Arab se-Indonesia.

Selain dua juara tersebut, kompetisi tingkat daerah ini juga diperkuat oleh empat delegasi santri lainnya dari MTs Sains Tebuireng Kesamben. Mereka adalah Qothrunnada Tsamarah Diansyah (kelas IX), Kanaya Alicia Melba (kelas IX), Ai Hanifah Al Haq (kelas VII), dan Syafira Rahmadia Fathin (kelas VIII).

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan dan Pengembangan Prestasi, Ustadzah Nuning Istiqomah, S.Pd., menjabarkan bahwa rentetan prestasi ini merupakan buah dari komitmen pembinaan jangka panjang. Sekolah sengaja mendirikan tim khusus untuk menggembleng kompetensi linguistik melalui program kaderisasi bahasa yang menjadi salah satu keunggulan madrasah.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Untuk persiapan lomba sudah direncanakan dari awal dengan baik. Di madrasah kami ada tim bahasa yang memberikan materi bahasa sekaligus membentuk kader bahasa. Selanjutnya, kader yang ditunjuk diberikan pembinaan secara rutin, bahkan pembinaan intensif dilakukan setidaknya dua bulan sebelum lomba,” urai Ustadzah Nuning Istiqomah saat diwawancarai, Rabu (15/07/2026).

Guna menjaga konsistensi motivasi belajar santri, pihak manajemen kesiswaan menerapkan strategi bimbingan yang adaptif, terstruktur, serta menyenangkan. Pendekatan ini sengaja dipilih agar para peserta tidak merasa terbebani oleh target kompetisi, yang kemudian diimbangi dengan pemberian apresiasi yang layak bagi setiap siswa yang berani berkompetisi.

Capaian positif dari dua siswi terbaik ini disambut dengan rasa syukur dan kebahagiaan mendalam oleh seluruh keluarga besar madrasah. Ustadzah Nuning menegaskan bahwa hasil ini menjadi bukti valid dari sinergi kerja keras antara santri dan para guru pembimbing di lapangan.

Pihak madrasah berharap raihan trofi di tingkat kabupaten ini mampu melecut motivasi para santri lainnya untuk tidak ragu mengeksplorasi potensi diri serta berani bersaing dalam berbagai ruang kompetisi, baik di level regional maupun nasional.

“Kami berharap akan ada lebih banyak lagi santri yang berprestasi hingga tingkat nasional. Ajang ini juga menjadi wadah agar para santri dapat meningkatkan dan mengoptimalkan kemampuan berpikir kritisnya, serta membuktikan bahwa santri mampu bersaing,” pungkas Ustadzah Nuning.

Baca Juga: MATAMUDA 2026 Resmi Ditutup, MTs Sains Salahuddin Wahid Perkuat Karakter dan Spirit Kebangsaan Santri


Pewarta: Albi

Editor: Sutan