Jajaran Rektorat UNWAHAS Silaturahmi ke Tebuireng, Bahas Penelitian dan Kajian Qonun Asasi

8
Pengasuh Pesantren Tebuireng menyambut kehadiran rombongan Rektorat Unwahas Semarang (foto: dimas)

Tebuireng.online— Jajaran Rektorat Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang melakukan kunjungan silaturahmi ke Pesantren Tebuireng, Jombang, pada Selasa (14/7/2026). Rombongan civitas akademika tersebut diterima langsung oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz, di Ndalem Kasepuhan Pesantren Tebuireng.

Baca Juga: Pesantren Tebuireng Sambut Kunjungan Kepala BIN RI dalam Rangkaian Safari Ramadan

Kunjungan ini dipimpin oleh Sekretaris Dewan Pembina UNWAHAS, Prof. Mudzakir Ali. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan rasa syukur karena dapat bersilaturahmi ke ndalem pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari.

“Pertama-tama kami ucapkan syukur alhamdulillah karena dapat soowan (silaturahmi) ke ndalemnya Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari. Semoga dengan perantara ini, kami semua dapat diakui sebagai santrinya beliau,” ungkap Prof. Mudzakir Ali.

Ia menjelaskan, kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga sebagai ikhtiar menyambung sanad keilmuan dan spiritual antara UNWAHAS dengan Pesantren Tebuireng.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Kedatangan rombongan ini bertujuan juga untuk dapat sambung, menyambung dari sisi ilmu, dari segi iman, dari segi yang lain-lain, mugi-mugi dunia akhirat.”

Jajaran Rektorat Unwahas bersama Pengasuh dan Mudir Pesantren Tebuireng foto bersama di Ndalem Kasepuhan Tebuireng (foto: dimas)

Selain bersilaturahmi, UNWAHAS juga meminta izin kepada Pesantren Tebuireng untuk melakukan penelitian yang melibatkan sejumlah santri.

Baca Juga: Peringati Hari Pelayanan Publik Internasional, Ombudsman RI Sowan ke Tebuireng 

“Selain kedatangan ke Pesantren Tebuireng untuk bersilaturahmi, kami meminta izin untuk mengadakan penelitian ke beberapa santri Pesantren Tebuireng,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, KH. Abdul Hakim Mahfudz menyambut baik kunjungan jajaran rektorat UNWAHAS. Dalam kesempatan itu, beliau memaparkan perkembangan kajian akademik terhadap Kitab Qonun Asasi karya Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari yang tengah dikembangkan di lingkungan Pesantren Tebuireng.

Menurutnya, pesantren telah membentuk tim khusus untuk menelusuri naskah-naskah Qonun Asasi yang tersebar di berbagai daerah.

“Untuk mengumpulkan karya KH. M. Hasyim Asy’ari mengenai Kitab Qonun Asasi kami membentuk tim yang ditugaskan untuk melacak dan mencari potongan Qonun Asasi yang tersebar di beberapa wilayah.”

Upaya tersebut, lanjut beliau, membuahkan hasil setelah berbagai bagian naskah berhasil dihimpun dan disusun kembali secara sistematis sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan kajian akademik.

Baca Juga: Ngalap Berkah dan Perkuat ke-NU-an, Muslimat NU Lamongan Sowan ke Tebuireng

“Alhamdulillah penggalan-penggalan Kitab Qonun Asasi berhasil dikumpulkan kemudian kami susun dengan rapi, sehingga saat ini bisa kami jadikan kajian-kajian akademik, baik di pondok pesantren ataupun di perguruan tinggi,” kata beliau.

Di akhir pertemuan, KH. Abdul Hakim Mahfudz menegaskan bahwa pengkajian Kitab Qonun Asasi sangat relevan dilakukan di lingkungan pesantren. Menurutnya, pesantren merupakan pusat pengembangan nilai-nilai sosial kemasyarakatan yang mencakup aspek muamalah hingga tata kelola organisasi.

“Kajian Kitab Qonun Asasi diadakan di pondok pesantren karena pesantren itu pusat kajian-kajian yang lebih kepada tuntunan sosial yang mencakup muamalah maupun bagaimana berorganisasi.”

Baca Juga: Rayakan 100 Tahun NU, Pengurus PCNU & MWCNU Sukabumi Sowan ke Tebuireng