Problematika Pendidikan di Mata Seorang Guru

sumber gambar: www.google.com

Segala sistem di dunia ini punya problematika sendiri, termasuk dalam pendidikan. Seperti diungkapkan oleh Masduki Zakariya, S. HI (Kepala MTs Miftahul Khoir Karangrejo). Dalam hal ini Ia bersuara kepada tebuireng.online tentang apa saja yang menjadi problema pendidikan yang sedang dihadapi oleh bangsa ini.

Apakah arti dari  problematika pendidikan?

Problematika pendidikan adalah  persoalan-persoalan atau permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh dunia pendidikan. Hal ini banyak terjadi, termasuk di Indonesia.

Apakah yang menjadi problematika pendidikan di Indonesia?

Ada beberapa problematika pendidkan antara lain sebagai berikut:

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
  1. Rendahnya pemerataan kesempatan belajar (equity).

Hal ini disebabkan  banyaknya peserta didik yang putus sekolah, serta banyaknya lulusan yang tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Hal ini disebabakan oleh:

a. Mahalnya biaya pendidikan

b. Rendahnya pemahaman mengenai pentingnya pendidikan

 

2. Rendahnya mutu akademik.

Yakni rendahnya mutu akademik terutama penguasaan ilmu pengetahuan alam (IPA), Matematika, terlebih dalam bidang bahasa asing. bahasa terutama bahasa Inggris padahal penguasaan materi tersebut merupakan kunci dalam menguasai dan mengembangkan iptek. Hal ini disebabakan oleh antara lain:

a. Kurangnya minat siswa dalam belajar

b. Kurikulum yang berubah-ubah

 

  1. Rendahnya efisiensi internal karena lamanya masa studi melampaui waktu standart yang sudah ditentukan.

Rendahnya efisiensi eksternal sistem pendidikan yang disebut dengan relevansi pendidikan, yang menyebabkan terjadinya pengangguran tenaga terdidik yang cenderung terus meningkat. Secara empiris kecenderungan meningkatnya pengangguran tenaga terdidik disebabkan oleh perkembangan dunia usaha yang masih di dominasi oleh pengusaha besar yang jumlahnya terbatas dan sangat mengutamakan efisiensi (padat modal dan padat teknologi). Dengan demikian pertambahan kebutuhan akan tenaga kerja jauh lebih kecil dibandingkan pertambahan jumlah lulusan lembaga pendidikan.

  1. Terjadi kecenderungan menurunnya akhlak dan moral para pelajar.

Menurunnya akhlak dan moral para pelajar juga termasuk problematika pendidikan, hal inilah yang menyebabkan lunturnya tanggung jawab dan kesetiakawanan sosial, sehingga terjadinya tawuran pelajar dan kenakalan remaja.

  1. Perubahan kurikulum.

perubahan kurikulum dari KTSP ke kurikullum 2013. Perubahan yang begitu cepat menyebabkan penurunan prestasi siwam yang disebabakan oleh para siswa blum memahami dan belum bisa beradaptasi dengan kurikulum yang baru.. Tak hanya itu, perubahan kurikulum juga menyebabkan para guru disibukkan dengan berbagai macam aturan smpai lupa pada tujuan pendidkan.

🤔  Kisah Perjalanan Santri Putri Terlama

Apakah masalah yang paling menonjol?

  1. Kurangnya minat pelajar untuk menuntut ilmu.
  2. Kualitas guru yang rendah.
  3. Keadaan guru yang memprihatinkan, seperti para guru yang hanya mengajarkan apa yang ada di buku, namun lupa menanamkan budi pekerti kepada muridnya.

Apakah masalah ini terjadi di semua jenjang pendidkan?

Masalah ini terjadi di seluruh daerah di Indonesia. Baik daerah pedalaman maupun yang dekat dengan ibu kota.

Apakah Solusi dari problematika pendidkan?

Solusi Masalah Mutu, Efisiensi dan Relevansi Pendidikan

Dengan upaya pemecahan masalah-masalah mutu pendidikan dalam garis besarnya meliputi hal-hal yang bersifat sebagai fisik dan lunak, personalia, dan manajemen. Sebagai berikut:

a) Seleksi yanglebih rasional terhadap masukan mentah, khususnya untuk SLTA dan PT. Ini bertujuan agar para tenaga terdidik yang berkualitas mendapatkan kesempatan untuk bekerja

b) Pengembangan kemampuan tenaga kependidikan melalui studi lanjut. Dalam hal ini disediakannya biaya untuk para siswa berprestasi agar melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

c) Penyempurnaaan kurikulum. Yakni, tidak terus menerus mengubah kurikulum yang ada.

d) Pengembanagan prasarana yang menciptakan lingkungan yang tenteram untuk belajar dalam hal ini, tidak hanya menjadi tugas guru tapi semua pelajar.

e) Penyempurnaan sarana belajar seperti buku paket, media pembelajaran yakni disediakannya media pembelajaran di sekolah- sekolah.

f) Peningkatan adminisrasi manajemen khususnya yang mengenai anggaran yakni penetapan anggaran yang lebih besar di bidang pendidikan, agar sekolah mampu menyediakan prasarana dan sarana untuk mendukung dan mengembangkan proses pembelajaran.

g) Kegiatan pengendalian mutu. Kegiatan ini seperti disediakan pembelajaran-pembelajaran di luar kelas seperti les dan kelas-kelas non formal.

Apakah upaya yang telah dilakukan pemerintah?

  1. Mengadakan dana BOS bagi siswa di sekolah. Hal ini terlihat dari dana yang diterima siswa di sekolah-sekolah
  2. Pengembangan dan perbaikan kurikulum.

Narasumber: Masduki Zakariya, S. HI (Kepala MTs Miftahul Khoir Karangrejo)

Pewarta: S Afifah Rusda