Mengenal Bu Dwi Sosok Guru yang Memiliki Suara Merdu dan Multitalenta

197
Guru Mapel IPA MTs Salafiyyah Syafi’iyah, Dwi Sasmita Ningtyas saat menyanyi di hadapan ribuan santri Tebuireng usai upacara hari Kemerdekaan (foto: istimewa)

Tebuireng.online– Ada yang menarik dalam pelaksanaan upacara peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia di Pesantren Tebuireng, Sabtu (17/08/2025). Upacara yang diikuti seluruh santri tingkat SLTP hingga SLTA itu meninggalkan kesan mendalam, berkat penampilan salah satu guru MTs Salafiyyah Syafi’iyah Tebuireng yang menyumbangkan suara merdunya.

Adalah Dwi Sasmita Ningtyas, guru mata pelajaran IPA  yang sejak 2011 mengabdi di MTs Salafiyyah Syafi’iyah, tampil membawakan sejumlah lagu nasional. Suaranya yang indah berhasil memikat para peserta upacara, bahkan turut mengundang apresiasi dari Nyai Hj. Lelly Lailiyah Hakim, istri Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz.

Baca Juga: Tantangan Masa Depan Bangsa, Upacara HUT ke-80 RI di Pesantren Sains Tebuireng

“Bagus sekali suaranya, dari unit mana ya Bu Dwi ini?” ungkap Bu Nyai Lelly seusai penampilan. Mendapat apresiasi tersebut, Bu Dwi kemudian mempersembahkan lagu spesial berjudul Jatuh Cinta Sejati By: Bunga Cinta Lestari untuk KH. Abdul Hakim Machfudz yang saat itu tengah merayakan ulang tahun ke-67.

Bu Dwi saat menyanyi di hadapan santri Tebuireng

Dalam wawancara bersama Tebuireng Online, Bu Dwi menceritakan awal mula dirinya diminta panitia untuk tampil.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Dua minggu sebelum upacara, saya dipanggil panitia dan diminta menyanyikan lagu nasional. Katanya ingin sesuatu yang berbeda. Karena memang dari dulu saya hobi menyanyi, saya terima tawaran itu dengan senang hati,” ujarnya.

Meski sudah lama meninggalkan dunia tarik suara, sekitar 14 tahun sejak memutuskan fokus menjadi guru, Bu Dwi mengaku terharu bisa kembali tampil di depan banyak orang.

Baca Juga: Ribuan Santri Tebuireng Ikuti Upacara Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI

“Awalnya sempat gugup, apalagi harus bernyanyi di hadapan santri, kiai, bu nyai, serta para guru. Tapi alhamdulillah bisa saya atasi. Rasanya senang sekali bisa kembali menyanyi setelah sekian lama,” tambahnya.

Sejak SMA hingga kuliah, Bu Dwi memang aktif bernyanyi, bahkan sempat melakoni profesi penyanyi dari panggung ke panggung untuk menambah uang saku. Namun ketika diterima menjadi guru di Tebuireng pada 2011, ia memilih berhenti total dari dunia panggung demi fokus mengajar.

Selain memiliki bakat menyanyi, Bu Dwi juga berprestasi di bidang akademik. Ia tercatat sebagai juara 1 lomba Best Practice Madrasah Negeri dan Swasta tingkat MTs dalam rangka HAB Kemenag ke-77 tahun 2023, serta peraih medali emas Islamic Science Olympiad 2023 yang diselenggarakan oleh Pusat Olimpiade Sains Indonesia.

Di akhir wawancara, Bu Dwi berpesan agar para santri berani mengembangkan potensi diri, baik akademik maupun non-akademik.

“Kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh akademik, tapi juga keterampilan dan bakat lain. Banyak santri yang berbakat di bidang seni, olahraga, dan lainnya. Semoga pesantren semakin memberi ruang untuk pengembangan bakat santri,” pungkasnya.


Profil Singkat
Nama: Dwi Sasmita Ningtyas, S.Pd
TTL: Jombang, 17 April 1988
Pendidikan: S1 Pendidikan Biologi Universitas Negeri Surabaya
Mengajar: Guru IPA MTs Salafiyyah Syafi’iyah Tebuireng (2011–sekarang)



Pewarta: Dimas Setyawan Saputro
Editor: Rara Zarary