
Pada setiap kegiatan apel yang diadakan oleh Pesantren Tebuireng, baik apel memperingati Kemerdekaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) dan memperingati Resolusi Jihad serta Hari Santri Nasional (HSN), terdapat pasukan khusus kesehatan yang cepat tanggap senantiasa mendampingi santri Pesantren Tebuireng.
Baca Juga: Bu Nyai Lelly Lailiyah Hakim Beri Pesan Khusus kepada Santri Husada
Pasukan kesehatan tersebut adalah para santri-santri Tebuireng baik putra & putri yang tergabung dalam organisasi Santri Husada (Sanhus). Lalu apa sebenarnya Santri Husada itu? Dan siapakah para pasukan kesehatan itu? Pada tulisan ini akan mengulas peran para Santri Husada Pesantren Tebuireng yang menjadi relawan tim kesehatan yang dimiliki oleh Pesantren Tebuireng untuk membantu kegiatan-kegiatan apel yang dilaksanakan di pondok pesantren.
Mengenal Santri Husada Pesantren Tebuireng
Santri Husada adalah program pemerintah dari kementrian kesehatan. Yang mana program tersebut memiliki tujuan utama untuk membentuk wadah santri, guna menjaga lingkungan kebersihan di pondok pesantren masing-masing.
Pesantren Tebuireng sendiri membentuk Santri Husada saat masa kepemimpinan KH. Salahuddin Wahid pengasuh ke-7 Pesantren Tebuireng. Tugas Santri Husada adalah membantu kinerja dalam bidang kebersihan dan kesehatan santri dari devisi Unit Kebersihan dan Kerapian Lingkup Pesantren (UKKLP) dan Pusat Kesehatan Pesantren (PUKESTREN)
Bagaimana awal terbentuknya tim Pasukan Kesehatan Santri Husada?
Terbentuknya Tim Pasukan Kesehatan Santri Husada tidak terlepas dari peran Santri Husada sendiri yang menjadi tangan kepanjangan dari UKKLP dan Pukestren yang mana para santri ini juga dibekali dengan berbagai keilmuan dan pengetahuan mengenai tanggap Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Bekal pengetahuan ini diberikan kepada para Santri Husada saat pelaksanaan Diklat yang diadakan di setiap tahunnya.
Baca Juga: Santri Husada Tebuireng Gelar Baksos di Panti Asuhan At-Tin, Usung Semangat Kepedulian
Apa tugas utama dari Pasukan Kesehatan Santri Husada?
Sebagai relawan garda terdepan yang memberikan pertolongan pertama pada masyarakat Tebuireng yang mengalami kecelakaan dan sakit saat upacara atau apel berlangsung. Yang berintegrasi dengan Puskestren, PMI,atau relawan kesehatan lainnya
Bagaimana respons pondok terkait Pasukan Kesehatan Santri Husada?
Respon pondok kita bagi menjadi 2 sudut pandang. Pertama yakni sudut pandang santri yang merasa mendapat rasa aman dan terbantu ketika terdapat kecelakaan atau sakit. Selanjutnya merupakan sudut pandang dari pengurus yang dalam hal ini pernah disampaikan beliau wakil kepala pondok putra yakni Ustadz Machmudz. Beliau sangat bangga terhadap para relawan di lapangan yang dengan ikhlas membantu dengan tenaga dan pikirannya serta memberikan pendampingan dengan totalitas.
Baca Juga: Anniversary ke-14, Santri Husada Gandeng PMI Jombang Gelar Donor Darah
Bagaimana dampak yang diberikan Pasukan Kesehatan Santri Husada?
Rasa aman dan nyaman yang membuat seluruh masyarakat yang mengikuti upacara merasa diperhatikan dalam hal kesehatan dan kedaruratannya. Sehingga pasien yang mengalami kecelakaan atau sakit mendapatkan pertolongan pertama sesuai standar dan kasih sayang.
*Wawancara bersama Hamdan Syafi Kurniawan (Ketua Santri Husada Pondok Putra Pesantren Tebuireng periode 2024-2025)
Pewarta: Dimas Setyawan Saputro
Editor: Rara Zarary


















