
Perjalanan Pulang Menuju Ramadhan
Kala lngit mulai merunduk lembut
dan ngin membawa bisik yang khusyuk
ada rindu yang diam-diam tumbuh
ditengah hari-hari yang berdebu
Kita menatap bulan dengan hati bergetar
lalu menghitung sisa waktu yang berlari
seakan jiwa berkata pelan,
“Sudahkah diri bersiap kembali?”
Ramadhan adalah perjalanan pulang
dari lalai menuju ingat
dari riuh menuju tenang
dari maksiat menuju taat
Sedangkan diujung malam, doa-doa dirapikan
seperti sajadah yang dibentang perlahan
Manusia belajar mengalahkan ego
sembari membersihkan niat yang berdebu harapan
Ya Allah,
jika Ramadhan itu telah tiba
izinkan kami memeluknya
Dengan hati yang lebih lapang
dengan iman yang tak sekadar tenang,
tapi juga terus berjalan
Sebab menyambut Ramadhan
bukan hanya menanti tanggal,
melainkan menyiapkan jiwa
agar pantas menerima cahaya-Mu yang kekal
Saat Langit Membawa Wangi Keberkahan
Rasanya, ada getar yang berbeda
di sela detik yang biasa
seperti langkah kaki yang tahu akan sampai
pada sesuatu yang lama dirindu
Ramadhan telah tiba
membawa wangi langit yang penuh keberkahan
Lalu semesta berbisik,
“Bersihkan hatimu, tamu agung itu telah datang.”
Manusia pun mulai berbenah
bukan hanya rumah dan meja makan
tetapi juga riuh ruang batin
yang lama tak dihinggapi doa dan penyesalan
Ampunan digantungkan pada ujung malam
Harapan dirajut diantara tasbih yang lirih
Ramadhan sungguh telah tiba
manusia akan belajar mengecilkan dunia
agar akhirat terasa lebih luas dan dekat
menahan diri, agar jiwa lega dan merdeka
Semoga, saat bulan itu benar-benar terbit
kita tak sekedar menjadi penonton waktu
melainkan hamba yang bersungguh-sungguh
untuk menyambut cahaya Tuhan
dengan sujud paling utuh dan hati yang bersimpuh
Agar Kita Benar-Benar Kembali
Ada desir hati yang tak bisa dijelaskan
seperti rindu yang menemukan namanya sendiri
Hari-hari mulai terasa lebih hening
dan hati akan sibuk bertanya,
sudahkah aku pantas menghidupinya?
Ramadhan,
adalah perjalanan membersihkan cermin jiwa
agar pantulan diri tak lagi buram oleh angkuh dan lalai
sehingga hati yang riuh akan menemui damai
Kita rapikan doa-doa yang tak tersampaikan
kita satukan niat-niat yang sempat retak
kita belajar meminta maaf atas segala khilaf
bahkan sebelum semesta meminta
Wahai Dzat yang memegang jiwa manusia,
jika Engkau pertemukan kami
dengan bulan yang suci itu,
jadikan kami lebih dari sekadar berpuasa
jadikan kami hamba yang benar-benar kembali
Yang lisannya dibasahi dzikir
yang hatinya teduh oleh doa
yang sabarnya tumbuh bersama harapan
dalam setiap lapar dan dahaga
Maka catatlah nama kami
di antara mereka yang Engkau pilih
untuk benar-benar berubah
untuk pulang dengan jiwa yang bersih
dan dengan hati yang benar-benar berserah
Penulis: Helfi Livia Putri
Editor: Rara Zarary


















