
Tebuireng.online— Rangkaian acara puncak wisuda Takhasus dan Bin Nadhor Santri Putra Pesantren Tebuireng yang digelar di lapangan Tebuireng, pada Ahad (24/05/2026) ini semakin haru dan bangga pada saat penyerahan penghargaan kepada para wisudawan terbaik.
Baca Juga: Pondok Putri Tebuireng Anugerahkan Penghargaan bagi Wisudawati Terbaik 2026
Momen yang paling dinantikan dalam acara ini berhasil menobatkan empat santri yang meraih predikat terbaik. Diantaranya:
- Azka Imanai Al-Mukmin (Asal Jakarta) – Wisudawan Terbaik Bin Nadhor SLTP.
- Isnan Ari Nugroho (Asal Rembang, Jateng) – Wisudawan Terbaik Bin Nadhor SLTA.
- Mahyong Aqiel Massa (Asal Gresik, Jatim) – Wisudawan Terbaik Takhasus Wustho.
- Muhammad Rizaldy Ibnurriyan (Asal Lamandau, Kalteng) – Wisudawan Terbaik Takhasus Ulya.
Penghargaan diserahkan oleh Ibunyai Lelly Lailiyah Hakim dan H. Gus Muhammad Riza Yusuf yang berupa Sorban dan Piagam Penghargaan.
Azka Imanai Al-Mukmin, lulusan terbaik kategori Bin Nadhor SLTP, mengungkapkan rasa senang dan tidak menyangka akan terpilih. Ia merasa suaranya biasa-biasa saja dibandingkan wisudawan lain.
Baca Juga: 304 Santriwati Tebuireng Ikuti Wisuda Bil Ghaib hingga Purna Santri
“Alhamdulillah, berkat perjuangan setiap hari saya mengaji dan menghafal di area maqbaroh dan masjid,” senangnya.

Tidak hanya ikhtiar, Azka juga memperkuat tawakal dengan merutinkan doa khusus di sujud terakhir agar menjadi wisudawan terbaik.
Di sisi lain, salah satu lulusan terbaik dari kategori Takhasus, Muhammad Rizaldy Ibnurriyan juga membagikan pengalamannya. Ia mengaku sangat terkejut dengan penghargaan ini, karena saat tes ia hanya fokus berusaha memberikan yang maksimal.
“Kemarin, waktu tes saya hanya memberikan yang maksimal. Ya kalau hasilnya ternya seperti ini ya itu rezeki saya,” ungkap Rizaldy.
Selain itu kunci keberhasilannya terletak pada kebiasaan yang dibentuk di kelompok Takhasusnya. Di sana, para santri sudah terbiasa melakukan musyawarah dan berlatih menjelaskan materi secara mandiri.
“Karena terbiasa seperti itu, akhirnya saya bisa,” tambahnya.
Baca Juga: Tebuireng Lepas 818 Wisudawan SLTA, Santri Siap Hadapi Era AI dengan Iman dan Ilmu
Kebanggaan tak terhingga juga dirasakan oleh wali wisudawan. Ibunda dari Azka, Noni Nurhasanah yang tak kuasa menahan air mata bahagia, senang dan bangga anaknya diumumkan menjadi wisudawan terbaik.
“Saya tidak menyangka sama sekali. Memang dulu sebelum ke Tebuireng Azka itu berprestasi, tapi di sini kan saingannya ada ratusan santri,” ungkap Ibu Noni.
Saat pengumuman, Ibu Noni mengaku sedang tidak fokus karena tengah membuka handphone bahkan dirinya gemetar saat menaiki panggung.
“Saya tuh lagi buka Hp, pas denger anak saya disebut. Saya langsung nengok dan makin gemetar pas disuruh naik panggung,” ujar beliau. Tidak hanya gemetar, Noni hampir terlambat datang ke tempat acara karena harus membagi tugasnya yang juga sebagai wali wisudawan di Pondok Al Mahfudz.
Baca Juga: Wisuda Pondok Putri, Gus Fahmi: Ini Bukan Akhir, Tetapi Awal Perjuangan Menuntut Ilmu


















