
Tebuireng.online- Pesantren Sains Tebuireng melanjutkan rangkaian agenda Masa Orientasi Santri Baru (MOSBA) dengan menggelar sesi pembekalan bertema “Pengenalan Pengurus, Pembina Pondok, dan Tata Tertib Pesantren Tebuireng”, Jombang, Jawa Timur, Selasa (07/07/2026). Agenda ini didesain untuk mengenalkan aturan di asrama sekaligus menginternalisasikan nilai kedisiplinan kepada ratusan santri baru.
Hadir sebagai narasumber utama, Ustadz Akris Ahmad Krismon, S.H., memaparkan bahwa tata kelola lingkungan asrama bergerak di bawah garis instruksi dan bimbingan KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) selaku Pengasuh Pesantren Tebuireng. Seluruh regulasi dan instrumen pembinaan yang diterapkan bermuara pada penjagaan nilai-nilai Islam serta kelestarian tradisi kepesantrenan dari para masyayikh.
Ustadz Akris secara berkala mengurai struktural internal pondok, mulai dari peran mudir bidang pembinaan, kepala pondok, wakil kepala pondok, hingga tim koordinator harian. Aspek administratif, perizinan, dan pengelolaan logistik keuangan dijabarkan melalui fungsi kesekretariatan dan bendahara pondok.
Lebih lanjut, santri baru diperkenalkan pada unit-unit taktis asrama mulai divisi sarpras & logistik yang menangani pemeliharaan fasilitas, distribusi kebutuhan, hingga kesiapan armada ambulans medis. Kemudian, majelis amni & bimbingan disiplin berfungsi untuk bertanggung jawab menjaga stabilitas keamanan serta melakukan penegakan hukum tata tertib melalui pendekatan edukatif. Serta majelis ilmi yang berfungsi menjadi motor penggerak kultur riset, forum diskusi, dan penulisan karya ilmiah yang menjadi core identity atau ciri khas utama dari Pesantren Sains Tebuireng.
Di samping penguatan sains, kurikulum keagamaan tetap dipasok secara intensif melalui madrasah diniyah, kajian kitab pasca-Subuh, bimbingan tahfiz, serta koordinasi ibadah di bawah Takmir Masjid dan Unit Kesehatan dan Kerapian Lingkup Pesantren (UKKLP).
Menuju akhir pemaparan, Ustadz Akris menitipkan pesan penting mengenai etika komunikasi santri melalui budaya sowan (berkunjung memohon nasihat) kepada para kiai saat dihadapkan pada kebuntuan masalah atau pengambilan keputusan strategis.
“Rencana kita belum tentu baik karena bisa jadi hanya mengikuti hawa nafsu. Biasakan sowan kepada kiai untuk meminta arahan. Insyaallah, ketika kita manut kepada kiai, Allah akan menunjukkan jalan terbaik,” urai Ustadz Akris, Selasa.
Ia juga menuntut para santri baru untuk melatih mentalitas melalui jalur tirakat, pantang mengeluh, dan bersungguh-sungguh mengendalikan ego, salah satunya dengan merutinkan ibadah puasa Daud bagi yang memiliki kesiapan fisik.
Menutup jalannya forum orientasi, Ustadz Misbah selaku moderator menegaskan kembali esensi dari seluruh rangkaian materi harian tersebut. Ia mengingatkan bahwa tumpukan teori kepesantrenan tidak akan bernilai tanpa adanya implementasi konkret.
“Ilmu tanpa aksi adalah ilusi. Jadikan ilmu yang diperoleh di pesantren sebagai bekal untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Ustadz Misbah di hadapan seluruh peserta MOSBA.
Baca Juga: Kepala Pondok Pesantren Sains Tebuireng Bekali Santri Baru Kesiapan Mental
Pewarta: Aulia
Editor: Sutan


















