Kenalkan Layanan Jasa Boga, Pemateri MOSBA Trensains Tanamkan Budaya Makan Sehat dan Disiplin

7
Pesantren Sains Tebuireng melanjutkan rangkaian Masa Orientasi Santri Baru (MOSBA) dengan menggelar sesi pengenalan logistik dan dapur asrama di Jombang, Jawa Timur, Selasa (07/07/2026).

Tebuireng.onlie- Pesantren Sains Tebuireng melanjutkan rangkaian Masa Orientasi Santri Baru (MOSBA) dengan menggelar sesi pengenalan logistik dan dapur asrama di Jombang, Jawa Timur, Selasa (07/07/2026). Agenda kali ini berfokus pada pengenalan unit layanan Jasa Boga yang disampaikan langsung oleh Ahmad Nizar Bustomi di hadapan ratusan santri baru.

Sebelum memasuki ruang materi, para santri baru telah melewati rangkaian rutinitas padat khas pesantren sejak dini hari. Kegiatan adaptasi fisik tersebut dimulai dari ibadah shalat tahajud, shalat Subuh berjamaah, senam pagi untuk menjaga kebugaran, shalat dhuha, hingga langsung menyambung ke forum orientasi umum tepat pukul 07.00 WIB.

Dalam penjelasannya, Ahmad Nizar Bustomi menjabarkan bahwa Jasa Boga merupakan unit pelayanan konsumsi resmi yang memegang peran penting sebagai penunjang pasokan kebutuhan gizi santri selama menempuh pendidikan di Pesantren Tebuireng. Ia menekankan bahwa pemahaman sistem pelayanan makan adalah langkah awal untuk membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus menguji ketahanan disiplin santri sejak hari pertama di pondok.

“Jasa Boga bukan sekadar tempat penyedia makanan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter melalui pembiasaan hidup sehat, disiplin, dan bertanggung jawab,” urai Ahmad Nizar, Selasa.

Berdasarkan rekam jejaknya, unit layanan berskala besar ini dirintis pertama kali oleh almarhum KH. Muhammad Yusuf Hasyim pada tahun 1989 untuk memberikan pelayanan konsumsi yang berkualitas bagi seluruh santri. Manajemen pengelolaan logistik ini dirancang secara terencana, mulai dari pengadaan bahan mentah, proses pengolahan yang bersih di dapur umum, hingga penyajian di ruang makan. Standar mutu unit ini juga semakin kuat karena telah mengantongi sertifikasi halal resmi demi menjamin keamanan konsumsi santri.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Guna menyokong konsentrasi belajar dan kelancaran ibadah santri, Jasa Boga menyediakan makanan bergizi seimbang sebanyak tiga kali sehari. Ketepatan waktu makan diatur dalam tiga jadwal wajib: Makan Pagi: Pukul 06.00–06.30 WIB. Makan Siang: Pukul 12.00–12.45 WIB. Makan Sore: Pukul 17.00–17.30 WIB (sebelum azan Magrib).

“Disiplin dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk disiplin dalam menjaga waktu makan. Kebiasaan ini akan berdampak pada kesehatan, energi, dan konsentrasi santri saat mengikuti kegiatan belajar,” tegasnya.

Selain kepatuhan jam, santri baru diwajibkan mematuhi tata tertib di ruang makan. Aturan tersebut meminta santri untuk berpakaian rapi, melepas alas kaki, mencuci tangan menggunakan sabun, mengantre secara tertib tanpa berdesakan, serta mengambil porsi makanan secukupnya. Budaya adab islami seperti membaca doa, makan menggunakan tangan kanan, menjaga ketenangan, serta menghabiskan hidangan sebagai bentuk rasa syukur juga wajib dipraktikkan.

Setelah selesai makan, santri dituntut menjaga kebersihan bersama dengan mengembalikan peralatan makan ke tempat yang disediakan serta membuang sampah pada tempatnya. Sementara itu, bagi santri yang menjalankan ibadah puasa sunnah Senin dan Kamis, Jasa Boga menerapkan kebijakan khusus berupa dispensasi pengambilan menu makanan sebelum azan Magrib berkumandang untuk persiapan berbuka.

Menutup pemaparannya, Ahmad Nizar mengajak seluruh generasi baru Tebuireng untuk menyelaraskan budaya makan sehat dengan pembentukan karakter mulia selama berada di lingkungan asrama. Sinergi ini sejalan dengan motto operasional unit: “Melayani Sepenuh Hati, Menciptakan Makanan yang Halal dan Bergizi.”


Pewarta: Aulia

Editor: Sutan