Empat Paslon Presiden-Wakil Presiden Mahasiswa Ma'had ALy Hasyim Asy'ari dalam debat paslon disaksikan para mahasantri, Kamis (17/12/2015)
Empat Paslon Presiden-Wakil Presiden Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari dalam debat paslon disaksikan para mahasantri, Kamis (17/12/2015)

tebuireng.online—Kamis (17/12/2015), Badan Eksekutif Mahasantri (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasantri (DPM) Ma’had Aly Hasyim Asy’ari punya gelaran demokrasi besar. Untuk pertama kalinya, diadakan pemilihan umum calon presiden dan wakil presiden mahasantri dengan konsep yang persis seperti yang diselenggarakan oleh negara. Empat pasangan capres/cawapres berkompetisi untuk mendapatkan kursi menjadi pemimpin para mahasantri.

Empat pasangan tersebut adalah M. Irham/Fatihuddin, Ngibadillah/Dzikron, Vevi/Umam, dan Falah/Ikmaluddin. Acara dimulai dengan debat pasangan calon (paslon). Mereka masing-masing memaparkan visi-misi dan program kerja secara umum jika terpilih. Debat semakin seru ketika antara satu dengan yang lain saling memberikan kritikan dan sanggahan dalam menanggapi pertanyaan para panelis.

Hal yang paling disoroti adalah soal eksistensi dunia literasi di kalangan mahasantri, prektek berbahasa asing yang mulai luntur, serta peran Ma’had Aly dalam organisasi Halaqah BEM Pesantren se-Jawa Timur. Panelis Septian Pribadi dari semester 7 menanyakan trobosan para calon dalam memajukan maha media dan mengembangkan perpustakaan BEM yang sudah dimulai oleh pengurus sebelumnya.

Jawaban para paslon pun bervariasi. M. Irham/Fatihuddin beranggapan bahwa sistem lama dengan marketing Maha

Seluruh paslon menunjukkan salam lima jari sebagai bentuk perdamaian usai pemilu tanpa konflik
Seluruh paslon menunjukkan salam lima jari sebagai bentuk perdamaian usai pemilu tanpa konflik

Media yang bekerjasama dengan bendahara kelas dipertahankan saja, tapi harus diperbaiki dengan sistem promosi yang baik. Hal tersebut disangkal oleh paslon Ngibadillah/Dzikron. Menurut mereka, harus ada terobosan baru dalam perdistribusian Maha Media. Serta merta mengambil uang dari bendahara kelas, menurut mereka kurang bijaksana dan tingkat keikhlasan para mahasantri menjadi kurang. Untuk itu mereka mengusulkan sistem siapa yang ingin beli langsung membayar dengan harga tetap Rp. 5000, Rp. 2500 dibayar muka, sisanya dibayar bendahara kelas.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Perdebatan semakin pelik, ketika masuk pada pembahasan praktis berbahasa Arab-Inggris yang ditanyakan Panelis Zainuddin AK. Paslon Vevi/Umam mengusulkan harus ada penekanan dari BEM dan idarah. Berbeda dengan paslon Irham/Fatihuddin. Mereka yang bertipikal kalem, mengusulkan agar lebih menekankan pada kemampuan berbahasa mahasantri. Bagi mereka, penekanan tidak akan berhasil meningkatkan kesadaran berbahasa asing. Sedangkan paslon Falah/Ikmal cenderung memberikan motivasi kepada mahasantri untuk sadar atas kewajiban berbahasa asing.

Presiden Mahasiswa Terpilih, M. Irham menunjukkan jari kelingking usai pencontrengan
Presiden Mahasiswa Terpilih, M. Irham menunjukkan jari kelingking usai pencontrengan
Proses pencontrengan di bilik suara
Proses pencontrengan di bilik suara
Capres nomer urut 3, Vevi Alvi Maghfiroh menunjukkan jari kelingking bercap tinta usai memenuhi hak suaranya
Capres nomer urut 3, Vevi Alvi Maghfiroh menunjukkan jari kelingking bercap tinta usai memenuhi hak suaranya

Setelah deban paslon, dilanjutkan dengan pencontrengan. Sekitar 90 mahasantri dari semester 1-7 mendatangi TPS (tempat pemungutan suara) di ruang semester I. Terlihat mereka sangat antusias mensukseskan gelaran pemilu dengan sistem yang baru pertama diterapkan ini.

Pukul 12.00 WIB pencontrengan ditutup dan diteruskan dengan proses perhitungan suara yang berlangsung dramatis.

Pasalnya paslon Irham/Fatihuddin menang tipis dengan 32 suara di atas paslon “berjenggot” Ngibadillah/Dzikron yang mendapatkan 31 suara. Sedangkan paslon Vevi/Umam mendapatkan 13 suara dan Falah/Ikmal 11 suara.

Ketua KPU Syahrul Ramadhan
Ketua KPU Syahrul Ramadhan

Dengan demikian gelaran demokrasi di tubuh BEM-DPM MAHA telah berakhir. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Syahrul Ramadhan mengatakan bahwa menurut keputusan panitia dan DPM sebagai penyelenggara tidak akan mengadakan pemilu putaran kedua.

Hal ini dimaksudkan demi efisiensi dan efektifitas tenaga, waktu dan dana. Ahmad Torik, Ketua DPM, berharap agar setelah ini, tidak ada kampanye lagi dan semua pendukung paslon baik yang menang maupun yang kalah agar tetap berangkulan membangun Ma’had Aly yang lebih baik. (abror)

SebelumnyaKonsep Wasathiyyah Ala Nusantara
BerikutnyaFakultas Syariah Kembangkan Teknik Pelaporan Audio Visual