Pak Anwari sedang menerangkan materi di depan mahasiswa calon peserta Praktek Perkuliahan Lapangan (PPL) Fak. Syariah Unhasy Tebuirenng di Aula Fak. Dakwah (19/12/2015).
Pak Anwari sedang menerangkan materi di depan mahasiswa calon peserta Praktek Perkuliahan Lapangan (PPL) Fak. Syariah Unhasy Tebuireng di Aula Fak. Dakwah (19/12/2015).

tebuireng.online– Teknik pelaporan secara tertulis sudah rahasia umum mudah sekali untuk dimanipulasi. Materinya bisa saja diambil secara copy-paste dari laporan yang sudah ada sebelumnya. Lagi pula, laporan tertulis hanya merepresentasikan hubungan antara mahasiswa dan dosen pembimbing. Padahal, khalayak umum, berhak menikmati dan mengambil manfaat dari laporan yang dibuat.

Hal itu yang coba dirubah oleh Fakultas Syariah Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng Jombang, dengan memberikan Workshop Sinematologi kepada calon peserta Praktek Perkuliahan Lapangan (PPL) di beberapa Pengadilan Agama. Pemateri yang didatangkan adalah Dosen Fakultas Dakwah, Bapak Anwari, S.Sos., M.Si. dan alumnus Fakultas Dakwah Unhasy dan praktisi sinematografi, Adjisoko. Praktek ini dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 19-21 Desember 2015 di Aula Fakultas Dakwah.

Dalam sambutannya, Dosen Pembimbing PPL Fak. Syari’ah, Bapak Dimyati, M.Ei. mengatakan, bahwa kegiatan ini adalah bagian dari permulaan sistem audio visual yang dicanangkan Unhasy khususnya Fak. Syari’ah dalam teknik pelaporan. Sebelumnya, setiap kelompok cukup menyetorkan format laporan tertulis. Menurut Pak Dim, panggilan akrab beliau, hal tersebut sarat akan manipulasi dan ketidakjujuran. Beliau berharap teknik pelaporan baru ini dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa, kampus, maupun masyarakat umum.

Pak Anwari ketika memaparkan materi menyampaikan perihal “Sinematografi dalam Film Dokumenter Ilmiah” dan “Teknik Penulisan Naskah Dokumenter Ilmiyah”. Sinematografi adalah ilmu terapan yang membahas tentang teknik menangkap gambar dan sekaligus manggabung-gabungkan gambar tersebut sehingga menjadi rangkaian gambar yang memiliki kemampuan menyampaikan ide dan cerita. Sinematografi, lanjut lelaki yang menjadi punggawa perkembangan radio Suara Tebuireng tersebut, bukan lagi merupakan ilmu bagi para praktisi perfilman saja, melainkan siapa saja, termasuk pendidik dan mahasiswa bisa menggunakannnya untuk membuat laporan.

Penyampaian materi secara teknis dijelaskan oleh Mas Adjisoko. Mahasiswa favorit Pak Anwari ini menjelaskan tentang dasar-dasar sinematografi dan tahapan-tahapan produksi film dokumenter ilmiah. Dalam pembuatannya dibagi menjadi tiga tahapan, tahap pra-produksi, produksi, dan pasca produksi. Dalam tahapan pra-produksi terdapat scripting atau menentukan ide, mengumpulkan data, membuat kerangka dan rekaan cerita. Dalam tahapan ini juga perlu membuat latar setting dan menyiapkan peralatan yang akan digunakan. Tahapan produksi adalah implementasi dari pra-produksi, sedangkan pos-produksi adalah proses editing sebelum menjadi video yang utuh.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Di hari kedua besok (20/12/2015), para peserta akan diajak oleh Mas Adjisoko untuk langsung praktek shoting film dan editing film. Pada hari ketiga (21/12/2015), akan diajarkan tahap pembuatan pilot project atau proyek percobaan pembuatan film. PPL Pengadilan agama akan dilaksanakan pada tanggal 4-17 Januari 2016 mendatang. (abror)