
Pelita di Bulan Muharram
Muharram datang
fajar yang mengetuk pintu hati
Ia pelita
menyalakan gelap dosa yang menumpuk
air mata taubat adalah hujan
membasuh papan takdir lama
langkah hijrah adalah sayap
terbang dari luka ke ridha
bulan mulia berbisik
kembalilah sebelum terlambat
dosa adalah rantai
tapi ampunan-Nya samudra tanpa tepi
Asyura adalah guru
mengajarku sabar menelan luka
nama-nama syuhada jadi bintang
menuntun jalan pulang
tahun berganti kulit
tapi iman harus bertumbuh
jangan jadi lilin yang mati sebelum menerangi
nyala kecil ini doa
cukup untuk menerobos malam
ya Allah, jadikan kami cahaya
bukan abu yang lupa
lembaran putih terbuka
tinta amal menunggu goresan
mulai lagi
dari nol yang penuh harapan
Fajar Muharram Menyapa
Fajar Muharram menyapa
mengetuk pintu tahun yang baru
cahaya tipisnya adalah jari Tuhan
menyentuh kelam dosa manusia
angin pagi berbisik pelan
mengajak hati bertobat dari lupa
waktu berganti kulit
tapi Allah tetap sama
maha pengampun
Muharram bukan sekadar angka di kalender
Ia cermin untuk jiwa
Ia tanya “sudah berapa kali Kau kembali setelah tersesat?”
air mata taubat menetes
jadi hujan yang menyuburkan iman kering
langkah hijrah dimulai dari sini
dari awal yang penuh harap
lembaran putih terbuka lebar
menunggu tinta amal kita
jangan ulangi luka lama
tulis cerita yang lebih dewasa
setiap fajar adalah undangan
untuk jadi versi terbaik diri
tahun baru bukan akhir
ia jembatan menuju ridha Nya
Bisik Muharram
Muharram berbisik di telinga malam
lembut seperti Ibu menidurkan luka
Ia bukan bulan biasa
Ia guru yang menampar sadar dengan kasih
waktu adalah pedang
memotong masa lalu yang membusuk
hijrah adalah perahu
mengantar jiwa dari gelap ke dermaga cahaya
Asyura meneteskan sejarah
darah syuhada jadi tinta kesetiaan
langit menunduk
mendengar rintih taubat manusia
dosa adalah bayang
Ia besar saat Kita jauh dari Nya
tapi ampunan Nya samudra
menenggelamkan semua noda
tahun berganti baju
jangan biarkan hati tetap kusut
ambillah bisikan ini
jadikan pelita untuk langkah esok
karena setiap awal
selalu memberi janji kedua


















