Murid adalah Amal Jariyah Guru

Sumber gambar: http://www.netralnews.com

Oleh: Fathur Rohman*

Setiap guru selalu berusaha mengajarkan kebaikan kepada murid-muridnya dan selalu berharap kelak murid-muridnya dapat menjadi orang-orang yang sholih dan sholihah di kemudian hari. Mereka tak hanya mengajar secara dhohir di sekolah-sekolah, pesantren-pesantren atau lembaga pendidikan yang lainnya, melainkan mereka mengajar juga secara bantin melalui doa-doa yang mereka panjatkan di setiap kesempatan.

Itulah kenapa banyak fakta yang membuktikan, dijumpai murid-murid yang dulunya ketika masih duduk di bangku sekolah tidak dikenal pandai atau juara kelas, namun ternyata beberapa tahun kemudian saat ia telah lama lulus dari sekolahnya dulu, ia dikenal banyak orang sebagai orang yang sukses, walaupun dirinya tidak pernah merasa begitu karena guru-gurunya mengajarinya bahwa sukses itu bukanlah tentang materi dan kedudukan, melainkan jauh lebih berharga dari itu semua.

Orang tua adalah guru pertama dalam kehidupan manusia karena ia yang pertama mengajarinya, sementara guru-guru di sekolah dan lembaga pendidikan yang lainnya adalah guru berikutnya setelah orang tua. Demikian pula seorang anak adalah sejatinya murid-murid orang tuanya masing masing. Jadi tidak dibenarkan lebih mengutamakan guru dari pada orang tua, karena sejatinya orang tua adalah seorang guru juga, maka ungkapan yang lebih tepat adalah mendahulukan mengikuti pendapat salah satu guru dari pada pendapat guru yang lainnya.

Karena guru adalah orang yang mendidik murid-muridnya melalui amal sholihnya berupa mengajar atau mendidik, maka ketika murid-murid itu tumbuh dewasa dan menjadi orang-orang yang sukses dan bermanfaat bagi masyarakatnya dan bangsanya, maka sejatinya murid-murid itu adalah buah dari amal sholih guru-gurunya dulu, sehingga murid-murid yang sukses itu sebenarnya adalah bentuk amal jariyah guru-gurunya dahalu.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
🤔  Jelang UN, Siswa dan Guru SMA A. Wahid Hasyim Saling Minta Maaf

Itulah kenapa guru akan selalu merasa sukses mendidik murid-muridnya saat mereka mendapatkan kabar bahwa murid-muridnya yang dididik atau diajar dulu bisa menjadi orang orang yang lebih sukses dari pada dirinya, karena mereka melihat ada amal jariyahnya pada tubuh murid-muridnya yang sukses tersebut saat mereka melakukan aktivitas yang bermanfaat untuk kemaslahatan orang banyak.

Untuk itulah saya katakan bahwa murid adalah amal jariyah guru, karena murid-murid itu bisa melakukan perbuatan-perbuatan yang baik karena sebelumnya diberitahu oleh guru-guru mereka dulu, sehingga layaklah bagi seorang guru untuk mendapatkan pahala kebaikan seperti pahala yang didapatkan murid-muridnya saat mereka melaksanakan amal sholih dalam kesuksesannya.

Ditulis dalam rangka memperingati Hari Guru.

Dempok, 25 Nopember 2018.

*Dosen Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang.