Sekolah dan Krisis Makna Pendidikan di Era Modern

12
ilustrasi

Pada dasarnya sekolah adalah wadah bagi orang-orang yang belum bisa menjadi bisa, supaya berilmu dan berkarakter juga mampu berpikir kritis itulah tujuan seseorang disekolahkan. Namun sangat disayangkan bahwa bagi sebagian orang menganggap tujuan utama sekolah ialah supaya mendapatkan nilai yang bagus, lalu naik kelas, dan mendapatkan ijazah. Di tengah sistem pendidikan yang sering menilai siswa hanya diukur dari angka dan ranking, makna belajar perlahan berubah. Padahal sebenarnya pendidikan bukan hanya tentang lulus ujian tetppi juga membentuk manusia yang mampu berpikir kritis, berakhlak dan memahami kehidupan.

Dilansir dari tulisan Filsafat Pendidikan Ki Hajar Dewantara – PMII Komisariat Universitas Pakuan bahwasanya Ki hajar Dewantara menyatakan bahwa pendidikan adalah proses yang menuntun segala kodrat yang ada pada anak agar mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Nah, artinya pendidikan harus memabntu manusia berkembang secara utuh meliputi akal, morla dan kepribadiannya.

Fenomena ‘Pabrik Ijazah’ akan tampak ketika keberhasilan siswa hanya sekedar diukur dari nilai rapor dan sertifikat prestasi. Akhirnya, banyak siswa yang hanya menghafal materi tanpa memahami maknanya. Setelah ujian di bangku sekolah selesai, ilmu pun mudah untuk dilupakan. Maka, dalam keadaan yang seperti inilah sekolah seperti kehilangan fungsi utamanya sebagai tempat melatih cara berpikir, kreativitas dan pemecah masalah. Pendidikan akhirnya lebih berorientasi pada hasil administratif daripada pemahaman yang mendalam

Padahal di dalam kehidupan, tidak hanya membutuhkan orang yang punya ijazah saja, meskipun ijazah dibutuhkan untuk melamar pekerjaan namun setidaknya harus seimbang jika kita mempunyai ijazah maka kita dituntut untuk bisa memiliki kemampuan berpirkir kritis, komunikasi yang baik, kerja sama dan akhlak yang baik. Mengapa? Karena banyak di zaman sekarang ini yang berpendidikan tinggi tetapi tidak jujur dan atau tidak mampu menyelesaikan persoalan sosial. Ini menunjukkan bahwa pendidikan hanya mengejar formalitas saja.

Dalam Islam, menuntut ilmu adalah tujuan yang sangat mulia. Allah SWT berfirman dalam Q.S. Mujadilah ayat 11 yang berbunyi:

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ

“… allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Ayat ini menunjukkan bahwa ilmu memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah, bukan hanya sekedar memyandang gelar saja tetapi kita juga harus bisa memaknai bahwasanya ilmu sangat penting untuk kita dapatkan. Kemudian setelah kita mendapatkan ilmu tersebut, kita haru bisa mengamalkan dan menebar kebermanfaatn dari ilmu yang kita peroleh.Selain itu, dalam Al-Qur’an juga dijelaskan:

… maka apakah mereka tidak berpikir?” (Q.S. Al- An’am: 50)

Ayat tersebut menegaskan bahwa manusia diperintahkan untuk menggunakan akal dan berpikir. Jadi, pendidikan yang baik harus melatih kemampuan berpikir, bukan hanya menghafal.

Rasulullah SAW bersabda: “menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim” (H.R. Ibnu Majah)

Hadis ini menegaskan bahwasanya penting menuntut ilmu karena ilmu sebagai kebutuhan kita. Namun ilmu yang dimaksud buan hanya untuk mencari pekerjaan atau hanya menyandang gelar melainkan ilmu yanb bisa membawa kebermanfaatn bagi orang lain.

Karena itulah sekolah idealnya menjadi tempat yang mendorong siswanya untuk bertanya, berdiskusi, berpendapat dan juga bisa berkarya. Guru bukan hanya sekedar memberi tugas, tetapi juga bisa membimbing dan membantu murid dalam memahami  soal-soal. Pendidikan juga harus membangun karekter seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.

Pada akhirnya, sekolah memang tidak boleh hanya sebagai tempat pabrik ijazah  saja. Ijazah eman penting sebagi bukti pendidikan formal, namun nilai kita sebagai manusia tidak bisa hanya diukur dari selembar kertas tetapi yang lebih penting adalah bagaimana sekolah dapat menjadi wadah bagi para siswa untuk dapat membentuk pola pikir, membentuk karakter dan kemampuan hidup siswa.

Ilmu juga bukan hanya sekedar alat untuk mencai pekerjaan atau kedudukan, melainkan jalan unutk mengetahui kebenaran daan mendekatkan diri kepada Allah. S.W.T.  Jika pendidikan hanya melahirkan orang yang pandai menghafal tetapi tidak mampu berpikir dan peduli terhadap sesama, maka sekolah perlahan akan berubah menjadi pabrik ijazah tanpa makna. Namun jika sekolah mampu menanamkan nilai ilmu, adab, kreativitas, dan keberanian berpikir, maka pendidikan akan menjadi cahaya yang membentuk peradaban yang lebih baik di masa depan.

Baca Juga: Mengapa Pendidikan Karakter Harus Ada di Sekolah?


Penulis: Nabila Rahayu

Editor: Sutan