Buku panduan kesehatan pesantren.
  • Judul Buku: Pendoman Penyelenggaraan Pesantren Sehat
  • Penulis: 1. Ismoyowati, SKM, M.KES 2. Irawati Pasaribu, SD, M.SI 3. Muh Nur Akhsin Ridho, S.SI, MKM
  • Penerbit: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2019
  • Halaman Buku: (v+102 halaman)
  • Perensensi: Dimas Setyawan Saputra*

“Dari Abdullah bin Abbas RA berkata: Nabi SAW bersabda: Dua kenikmatan yang kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

Kesehatan merupakan salah satu hak dasar bagi setiap manusia, dan hal ini sesuai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pada Pasal 28H 1 yang mengamalkan bahwa setiap orang berhak untuk memperoleh pelayanan kesehatan, karena itu kesehatan merupakan tanggung jawab bersama dan diperjuangkan oleh berbagai pihak bukan hanya menjadi tanggung jawab jajaran kesehatan semata (hal.1)

Di tengah wabah covid 19 ini, warga dunia disadarkan kembali dalam pentingnya menjaga kesehatan. Khususnya warga negara Indonesia. Virus yang telah merabah di Indonesia semakin hari bukannya berkurang maupun menurun, tetapi justru berkembang, sedemikian cepat hingga tembus angka yang sungguh fantatis besarnya.

Mengutipdari detik.com, juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona COVID-19, Achmad Yunianto, memgumumkan jumlah kasus positif corona di Indonesia bertambah 106 menjadi total 2.092. Sudah ada 150 pasien sembuh dan 191 dinyatakan meninggal.

“Masih terjadi penambahan kasus unuk konfirmasi positif sebanyak 106 kasus sehingga total menjadi 2.092,” kata Achmad Yurianto, sabtu (4/4/2020).

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Angka tersebut akan terus meningkat seiring masyarakat tidak mematuhi himbauan pemerintah akan kesadaran melakukan Penerapan Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Tujuan dan himbauan pemerintah tersebut semata-semata untuk dapat menekan angka peningkatan kasus positif corona di Indonesia.

PenerapanHidup Bersih dan Sehat harus dipatuhi oleh seluruh jaringan lembaga, termasuk lembaga pesantren. Potensi jumlah pesantren yang sangat banyak besar yaitu sebanyak 27.722 pesantren dan jumlah santri sebanyak 4.173.027 orang (Kementrian Agama 2019), memiliki tingkatan yang sangat rentang dalam penyebaran virus covid ini.

Mengingat seleuruh santri tinggal di satu lahan dan dibawah atap yang sama, yang mana penularan akan sangat cepat bila tidak mengmabil langkah pencegahan sejak dini. Pencegahan yang paling sederhana dalam mengurangi dan memotong rantai penyembaran wabah ini, pesantren dapat menerapkan himbuan Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan kesehariaannya.

Penerapantersebut tidak hanya berlaku di tengah wabah saat ini. Tetapi dalam kesehariannya, pesantren harus dapat menerapkan guna menghindari banyaknya permasalahan kesehatan di pesantren, seperti sanitasi yang belum baik, kurangnya penerapan perilaku sehat, serta terjadinya kasus penyakit menular seperti scabies, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), dan penyakit menular lainya yang sering dialami pesantren.

Tujuan utama dari Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) agar masyarakat pesantren dapat mewujudkan pesantren yang sehat secara mandiri berperan aktif dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat pesantren dengan menerapkan perubahan perilaku sehat di lingkungan yang aman dan sehat (hal.15)

Dalam mewujudkan pesantren sehat tersebut harus menerapkan beberapa langkah yakni:

1. Menyusun kebijakan yang mendukung penerapan pesantren sehat. Termasuk membentuk Tim Pengelola Pesantren Sehat, yang dapat dibentuk baru atau mengoptimalkan Pengelola Puskestren yang sudah ada.

2. Pembakalan keterampilan Pengelola Pesantren Sehat. Dapat dilakukan dengan konsultasi ke Puskesma sebagai pembina teknis atau pembekalan dilakukan secara bersama beberapa pengelola pesantren sehat di wilayah kabupaten/kota oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

3. mengadakan Survei Mawas Diri (SMD). SMD adalah kegiatan pengenalan lingkungan kehidupan masyarakat pesantren, pengumpulan dan pengkajian masalah perilaku/kebiasaan atau faktor-faktor risiko lain terjadinya masalah kesehatan yang dilakukan oleh kader pokestren setempat dibimbing oleh petugas kesehatan didesa/bidan di desa/petugas Pukesmas. (hal.21-23)

Itulah beberapa langkah yang bisa diwujudkan pesantren sebagai lembaga yang dapat memberikan dan menerapkan kehidupan bersih dan sehat bagi para santri dan warga sekitarnya.

*Mahasantri Mahad Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang.

SebelumnyaSiapa Manusia Paling Bahagia?
BerikutnyaAsing di Rumah Sendiri