Madrasah Muallimin Hasyim Asy’ari Sambut 96 Santri Baru

11
Suasana penyambutan santri dan wali santri di Madrasah Muallimin (foto: irsyad)

Tebuireng.online– Madrasah Muallimin Hasyim Asy’ari (MMHA), salah satu unit pendidikan di bawah naungan Yayasan Hasyim Asy’ari yang berfokus pada pendalaman kurikulum kitab kuning, menyambut kedatangan santri baru pada Kamis (2/7/2026).

Proses penyambutan sekaligus registrasi santri baru dipusatkan di Asrama Muallimin. Kebijakan ini diambil agar para santri beserta wali santri dapat mengenal secara langsung lingkungan asrama dan madrasah sejak hari pertama kedatangan.

Baca Juga: 540 Santri Baru Mulai Berdatangan ke Pondok Putra Tebuireng, Tandatangani Surat Pernyataan

Ketua Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB) Madrasah Muallimin Hasyim Asy’ari, Ustadz Dwi Mukhamad Nurarifin, menjelaskan bahwa semula registrasi santri Muallimin direncanakan dipusatkan di Pondok Putra. Namun, pihak madrasah mengusulkan agar seluruh proses dilaksanakan di lingkungan Muallimin.

“Awalannya rencana kedatangan santri Muallimin hendak disentralkan di pusat (Pondok Putra), tetapi kami mengusulkan agar langsung di wisma dan madrasah, agar para santri dan wali santri langsung mengenali halaman Muallimin,” ungkapnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Pada tahun ajaran 2026/2027, jumlah santri baru yang diterima Madrasah Muallimin Hasyim Asy’ari mencapai 96 orang. Jumlah tersebut bertambah setelah adanya pendaftaran santri pada hari pelaksanaan registrasi.

“Awalnya di data server terdapat 88 santri yang mendaftar. Tetapi pada hari ini kita kedatangan 8 santri yang baru mendaftar, sehingga sesuai dengan hasil diskusi kami menerima pendaftar santri tersebut. Sehingga saat ini total santri yang masuk ke unit Madrasah Muallimin berjumlah 96 santri,” jelasnya.

Baca Juga: Di Hadapan Wali Santri, Pondok Putri Tebuireng Tegaskan Pentingnya Disiplin dan Mengaji

Santri baru saat melakukan registrasi di Madrasah Mu’allimin (foto: irsyad)

Untuk memperlancar proses administrasi, panitia membagi registrasi menjadi empat meja layanan dengan fungsi yang berbeda.

“Di sini kita menyediakan empat meja. Jadi berbeda dengan di pusat. Jadi meja pertama, mempersiapkan berkas untuk persiapan di madrasahnya seperti KK, KTP orang tua, akta dan lain-lain termasuk ijazah. Kemudian di meja kedua itu alat-alat yang dari pondok seperti tas, tas kecil atau seperti kartu keamanan dan lain seragam gitu,” ujarnya.

Ia menambahkan, meja ketiga diperuntukkan bagi penandatanganan surat pernyataan kesanggupan santri dan wali santri untuk menaati seluruh peraturan yang berlaku di lingkungan pesantren.

“Di meja ketiga ini adalah penandatangan wali santri dan santri sepakat atau siap untuk melaksanakan aturan-aturan pondok ini dengan tanda tangan di atas materai.”

Baca Juga: Santri Baru SMK Plus Khoiriyah Hasyim Meningkat, Program Digitalisasi Jadi Daya Tarik

Sementara itu, meja keempat melayani kebutuhan perlengkapan dasar santri yang disediakan melalui koperasi Muallimin.

“Adapun untuk meja keempat (terakhir) adalah berisikan perlengkapan di pondok misalnya mau membeli bantal, kasur atau sabun dan lainnya dan ini sifatnya enggak wajib hanya anjuran saja kita menyediakan di koperasi Muallimin sendiri.” pungkasnya.