Di Hadapan Wali Santri, Pondok Putri Tebuireng Tegaskan Pentingnya Disiplin dan Mengaji

13
Kepala Pondok Putri Pesantren Tebuireng, KH. Fahmi Amrullah Hadziq hadiri silaturahmi bersama wali santri di Masjid Ulil Albab Tebuireng (foto: albi)

Tebuireng.online— Dalam rangka menjalin silaturahim antara pengasuh dan wali santri Pondok Putri Pesantren Tebuireng Tahun Pelajaran 2026–2027, ratusan wali santri berkumpul di Masjid Ulil Albab Tebuireng Jombang, pada Jumat (3/7/2026).

Baca Juga: Santri Baru SMK Plus Khoiriyah Hasyim Meningkat, Program Digitalisasi Jadi Daya Tarik

Hadir dalam acara ini Kepala Pondok Putri Pesantren Tebuireng, KH. Fahmi Amrullah Hadziq, Mudir III Bidang Kepesantrenan dan Diniyah, H. Lukman Hakim BA., serta segenap pembina Pondok Putri Pesantren Tebuireng.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pondok Putri Tebuireng, KH. Fahmi Amrullah Hadziq, turut menyampaikan pesan kepada para wali santri terkait pentingnya memahami tujuan utama menempuh pendidikan di pesantren.

“Ciri utama sebuah pesantren, di manapun berada, adalah adanya kegiatan mengaji,” ungkap Gus Fahmi di hadapan seluruh wali santri.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Menurutnya, Pesantren Tebuireng sebagai pesantren yang didirikan oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari menjadikan pengajian sebagai identitas utama yang harus dijaga.

Baca Juga: Ratusan Santri Baru Resmi Masuk Pondok Putri Tebuireng, Hari Pertama Registrasi Berjalan Tertib

“Ketika menjadi santri di Pesantren Tebuireng seluruh santri diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang ada, baik kegiatan pondok maupun sekolah,” tambahnya.

Beliau menegaskan bahwa seluruh kegiatan santri di pesantren dilakukan dengan sistem absensi sebagai bentuk pembinaan kedisiplinan. Bahkan, apabila terdapat pelanggaran, wali santri dapat sewaktu-waktu menerima surat pemberitahuan dari bagian keamanan pondok mengenai perkembangan kedisiplinan putrinya.

“Ngapunten, jamaah di sini diabsen, semua kegiatan diabsen. Ngapunten kalau suatu saat panjenengan mendapat surat cinta dari keamanan,” ucapnya.

Selain itu, terdapat pula pemaparan empat divisi yang ada di Pondok Putri Tebuireng. Koordinator Pendidikan, Ustadzah Qurratul Adawiyah, dalam pemaparan materinya menyampaikan jadwal kegiatan santri hingga program unggulan yang ada di pondok putri. Di antaranya terdapat tiga program unggulan, yaitu Pendalaman Kitab Kuning, Bahasa, dan Tahfidz.

Baca Juga: 540 Santri Baru Mulai Berdatangan ke Pondok Putra Tebuireng, Tandatangani Surat Pernyataan

Kemudian dijelaskan pula bahwa seluruh santri baru pada tahun pertama akan mengikuti program takhassus yang berfokus pada pembelajaran dasar-dasar kitab kuning.

“Yang mana untuk santri baru di tahun pertama semuanya di program takhassus dan bisa daftar di salah satu program unggulan tersebut di tahun kedua dengan syarat dan ketentuan tertentu,” jelasnya.

Ratusan wali santri hadiri silaturahmi bersama Kepala Pondok dan jajaran pengurus serta pembina Pondok Putri Pesantren Tebuireng Jombang (foto: albii)

Selain itu, terdapat pula pemaparan dari Koordinator Divisi Keamanan, Risma Septi Riani, yang menjelaskan sejumlah aturan berkaitan dengan keamanan dan kedisiplinan santri selama berada di asrama. Di antaranya, wali santri diperbolehkan mengirim paket sebanyak dua kali dalam sebulan dengan ketentuan tidak mengirim barang elektronik serta dianjurkan berupa makanan kering. Selain itu, layanan GoFood hanya diperbolehkan satu kali dalam sebulan, yakni pada Jumat kedua.

Untuk kegiatan sambangan, kunjungan wali santri dibatasi satu kali dalam sebulan dan dapat dilakukan pada Jumat atau Minggu kedua maupun keempat. Pihak pesantren juga menegaskan bahwa santri diwajibkan mengenakan pakaian sopan sehingga tidak diperbolehkan memakai pakaian berlengan pendek maupun celana pendek.

Sementara itu, penggunaan telepon genggam telah diatur sesuai jadwal tertentu. “HP kamar dipakai setelah pulang sekolah sampai sebelum diniyah, kemudian malam hari setelah kegiatan hingga pukul 10 malam.”

Kemudian, Koordinator Unit Kebersihan Kesehatan Lingkungan Pesantren (UKKLP), Rizka Nur Maulidiyah, turut menyampaikan sejumlah informasi terkait kesehatan dan kebersihan lingkungan di Pondok Putri Pesantren Tebuireng.

Dalam kesehariannya, UKKLP memiliki program pengontrolan kebersihan kamar santri yang dilakukan secara rutin dengan menilai beberapa indikator, seperti tidak adanya barang yang digantung sembarangan, kondisi ranjang yang rapi, serta lantai yang bersih dari sampah.

Di bidang kesehatan, pihak pondok juga menyediakan layanan Puskestren atau Pusat Kesehatan Pesantren sebagai fasilitas pemeriksaan bagi santri. Selain itu, pemantauan kesehatan dilakukan secara berkala melalui kerja sama antara UKKLP, program promosi kesehatan, dan pembina kamar.

“Ketika ada keluhan santri sakit bisa dibawa ke Puskestren oleh pembina kamar masing-masing,” jelasnya.

Selanjutnya, Koordinator Divisi Pengembangan Diri Santri, Iklima Hilda, menjelaskan bahwa Pondok Putri Pesantren Tebuireng memiliki berbagai kegiatan rutin yang dilaksanakan secara mingguan, bulanan, serta kegiatan khusus pada malam Jumat.

Kegiatan mingguan meliputi program ekstrakurikuler yang dilaksanakan setiap Senin malam Selasa pukul 18.30–19.30 WIB, di antaranya Kudaireng (Kumpulan Da’i Tebuireng), Kubahireng (Kumpulan Banjari Tebuireng), Nasyid, Tari Saman, SBQ (Seni Baca Al-Qur’an atau Qira’ah), Jurnalistik, serta Dirijen. Sementara bagi santri yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, diwajibkan melaksanakan salat hajat berjamaah di masjid.

Selain itu, setiap malam Jumat seluruh santri melaksanakan kegiatan Diba’an yang dilakukan di wisma masing-masing sebagai bagian dari pembiasaan amaliah keagamaan. Adapun kegiatan bulanan yang dilaksanakan setiap Jumat pagi meliputi khataman Al-Qur’an, ziarah, serta olahraga bersama sebagai upaya menyeimbangkan pembinaan spiritual, kebersamaan, dan kesehatan fisik santri.

Berbagai alasan dan harapan juga disampaikan oleh wali santri. Euis, wali santri asal Cianjur, Jawa Barat, orang tua dari Zahira Rizqya, mengatakan alasannya memilih Tebuireng karena melihat perubahan besar pada putrinya yang sebelumnya juga merupakan santri di Pesantren Tebuireng.

“Anak saya yang pertama sudah lulus dari sini, perubahannya sangat besar. Dulu cuek, setelah di Tebuireng adab terhadap orang tua beda, jauh sekali. Harapannya untuk anak saya yang terakhir ini lebih sholihah lagi,” ucapnya penuh haru.

Selain itu, terdapat pula alasan menarik dari Ira, wali santri dari Kinanthi Alhawarizmi asal Sidoarjo. Ia memilih Pesantren Tebuireng karena sanad keilmuan yang jelas, fasilitas yang bagus, tenaga pendidik berkualifikasi, serta pembina dan sistem keamanan yang dinilai sangat baik. Adapun cerita menarik ketika putrinya diajak untuk survei pondok, putrinya langsung merasa cocok dengan Pesantren Tebuireng.

“Sebelumnya sudah survei empat pondok, kliknya di sini,” ungkapnya. Ia berharap dengan memondokkan putrinya di Tebuireng dapat menjadikan putrinya menjadi pribadi yang semakin baik.

“Harapannya semakin baik akhlak, kualitas ibadah lebih baik, karakter mental emosional semakin baik,” ujarnya.