Tebuireng.online– Kunjungan yang dilakukan oleh  Universitas Hasyim Asy’ari, pada Rabu (9/6) lalu ke beberapa kampus di Kota Semarang, Unwahas dan Unissula memiliki beberapa tujuan, salah satunya kesepakatan kerja sama.

“Salah satu tujuan perjalanan Unhasy ke kampus di Semarang adalah kerja sama terkait implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi; Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat,” ungkap Wakil Rektor 3, Mif Rohim pada tebuireng.online (13/6).

Menurutnya, bidang pendidikan merealisasikan kampus merdeka dan merdeka belajar.

“Dalam kunjungan ke salah satu kampus Semarang, kami berdiskusi tentang reaktualisasi dan revitalisasi konsep ASWAJA melalui jalur pemikiran KH. M Hasyim Asy’ari dan KH. Wahid Hasyim yang digunakan sebagai nama Unhasy dan Unwahas,” terangnya.

Kedua tokoh ulama tersebut merupakan pahlawan nasional, dengan demikian diharapkan semangat juang serta ideologi keagamaan, kebangsaan, dan kenegaraan menjadi inspirasi dan dasar dalam kehidupan berbangsa, bernegara serta dalam menghadapi gerakan ekstrim seperti radikal, liberal, dan juga dapat menjadi dasar civitas akademika serta para mahasiswa dalam menghadapi era digitalisasi.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Selain mengunjungi Universitas Wahid Hasyim Semarang, Unhasy juga melakukan kunjungan ke Universitas Sultan Agung (Unissula).

Dalam mempererat hubungan kedua pihak universitas tersebut, Unhasy melakukan balasan silaturahim ke Unissula atas kunjungannya pada 3 tahun silam.

Dalam pertemuannya itu, kedua belah pihak tidak segan untuk membicarakan terkait potensi keduanya dalam menghadapi dan merealisasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi; Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian.

“Dari hasil perbincangan kedua kampus tersebut, disepakati Unhasy dan Unissula untuk mengadakan Conference on Islamic Civilization, yaitu agenda yang melibatkan berbagai negara dalam dua tahun sekali,” tegas Pak Mif.

Dalam kerja sama yang disepakati itu, Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng terpilih menjadi host.

Adapun tujuan International Conference adalah untuk menggugah para akademisi untuk menulis tentang Islamic of Civilization dengan diambil manfaat seperti artikel yang akan dimuat di jurnal nasional dan internasional terindeks Scopus.

“Acara ini dilakukan untuk mampu menaikkan nama Perguruan Tinggi, baik yang mengadakan dan Perguruan Tinggi yang terlibat dengan melalui penerbitan Jurnal Scopus,” ujar Wakil Rektor 3 Unhasy itu.

Di samping itu, melihat sejarah terhadap peradaban Islam, didapati bahwa Negara Barat sebagai tindak lanjut dan kemajuan peradaban Islam selama 7 Abad, mengalami kekalahan Islam dalam perang salib ke-8, maka terjadilah penghijrahan peradaban Islam ke Dunia Barat yang memunculkan stigma Islam phobia dari dunia Barat.

“Dengan diadakannya seminar Conference on Islamic Civilization, diharapkan bisa membuka mata dunia terkait kemajuan dunia barat, sains, dan tekhnologi yang merupakan kesinambungan dari Peradaban Islam,” tutupnya.

Pewarta: Qanaatun Putri

SebelumnyaNikmat dan Siksa Kubur
BerikutnyaZainal Abidin Nakhodai Ikapete Gresik Periode 2021-2024