Pengasuh Pondok Pesantren Al Manar Azhari Limo Depok, KH. Manarul Hidayat, memberi ceramah dalam acara 40 hari wafatnya KH. Salahuddin Wahid, di Pesantren Tebuireng Jombang. (Foto: Aqila)

Tebuireng.online– KH. Manarul Hidayat Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mahbubiyah Cilandak Jakarta Selatan dan Al-Manar Azhari Limo Depok, hadiri dacara kirim doa dalam rangka memperingati 40 hari wafatnya KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah), di Pesantren Tebuireng Jombang, Kamis (12/3/20).

Dalam acara yang dihadiri ribuan jamaah itu, Kiai Manarul sampaikan beberapa hal tentang peran dan keunggulan Pesantren Tebuireng dan pesantren di Indonesia. Selain itu ia juga menjelaskan tentang karakter Gus Sholah yang istimewa hingga beberapa sikap yang belum mampu ia tiru.

“Gus Sholah adalah sosok pekerja keras, ikhlas, jujur, teliti, dan sabar. Yang paling saya ingat, Gus Sholah selama saya kenal, beliau tidak pernah marah,” ungkapnya.

Selain tentang sikap, Kiai yang merupakan sahabat Gus Sholah ini juga mengungkapkan hal yang dicita-citakan Gus Sholah semasa hidupnya, salah satunya adalah menjadikan Tebuireng sebagai contoh atau teladan bagai pesantren yang lain.

“Jadi cita-cita Gus Sholah itu seperti cita-cita Hadratussyaikh, yakni menjadikan Tebuireng sebagai contoh dan tauladan,” imbuhnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Kiai Manar ungkap beberapa kelebihan pesantren di Indonesia, dibandingkan lembaga pendidikan yang lain. Diantaranya menurut Kiai Manar, yaitu:

  • Di dalam pesantren tidak hanya belajar agama tetapi langsung dengan praktiknya juga.
  • Pesantren di Indonesia juga mengajarkan ilmu umum. Karena di pesantren juga ada sekolahnya serta segala kekompleksan pendidikan.
  • Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang membina calon-calon pemimpin Indonesia dimasa yang akan datang. Karena pesantren merupakan bentuk negara kecil, jadi ketika santri terjun ke masyarakat sudah siap.
  • Pesantren melahirkan alumni-alumni yang berakhlakul karimah. Hal ini Karena ditunjang pengajaran dan penerapan ta’limul muta’alim di dalam pesantren.

Kiai Manar berharap kepada Gus Kikin sebagai pengganti Gus Sholah dalam memimpin Pesantren Tebuireng agar bersama-sama santri berjuang dan tetap menjadi mercusuar bagi bangsa Indonesia ini.

“Kami berharap orang-orang yang dapat ilmu dari Tebuireng akan menjadikan Tebuireng sebagai mercusuar untuk pesantren cabang dan kebangsaan di negara yang kita cintai ini. Seperti mercusuarnya Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari,” ungkapnya.

Pewarta: Sayidatul Afifah Rusda

 

SebelumnyaMencetak Generasi Berkarakter Melalui Adabul ‘Alim wa al-Muta’allim
BerikutnyaEmil Dardak: Gus Sholah Sosok Kiai Teknokrat