Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) saat memberi sambutan dalam acara 40 hari wafatnya Gus Sholah, di Pesantren Tebuireng. (foto: Aqila)

Tebuireng.online– Dalam rangka memperingati 40 hari kepergian KH. Salahuddin Wahid, KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) selaku Pengasuh Pesantren Tebuireng menyampaikan pesan dihadapan ribuan santri dan para jamaah.  Pesan tersebut mengajak seluruh baik alim ulama, masyarakat, pemerintah, maupun santri guna dapat meneruskan cita-cita dan impian yang telah dibangun oleh KH. Salahuddin Wahid semasa hidupnya.

Gus Kikin menjelaskan bahwa tugasnya adalah meneruskan segala apa yang diinginkan oleh almarhum, salah satunya ialah membangun karakter santri dengan mengajarkan kitab KH. Hasyim Asy’ari yang diyakini bisa memperkuat karakter santri-santri Pesantren Tebuireng.

“Di dalam kitab Adabul ‘Alim wa al-Muta’allim, kita dapat mengajarkan akhlak dan adab terhadap santri, yang mana hal tersebut untuk bekal 10 tahun ke depan guna  menjawab tantangan zaman dan menyiapkan generasi yang berkarkter berbudi luhur,” ungkapnya di hadapan ribuan jamaah (12/3/20).

Sabagai Pengasuh Pesantren Tebuireng yang diberi amanat oleh Gus Sholah, Gus Kikin ingin menghidupkan kembali sistem pengajaran kurikulum Pesantren Tebuireng pada era KH. Hasyim Asy’ari yang telah sukses mencetak santri-santri berkarakter dalam menghadapi tututan zaman.

Pewarta: Dimas Setyawan

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

 

SebelumnyaLaunching Buku “Gus Sholah Kembali ke Pesantren” Berlangsung di Surabaya
BerikutnyaKiai Manarul Hidayat Ceritakan Sifat Gus Sholah dan Keunggulan Tebuireng