Para santriwati SMA Trensains mengkaji buku Astrofisika dan Modul persiapan UN dan SBMPTN yang disusun oleh Tim Guru sekolah tersebut.

Tebuireng.online— SMA Trensains Tebuireng merupakan satu dari tiga lembaga pendidikan di Indonesia yang memiliki kensentrasi mendiakletikakan antara Al Qur’an dan sains dalam pembelajaran kelompok ilmu alam, serta aktivitas pembelajarannya berorientasi pada  pengembangan sains Islam. Didirikan pada 2013 sebagai unit baru di lingkungan Yayasan KH. Hasyim Asy’ari oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Salahuddin Wahid, atas gagasan dosen fisika teoritik ITS Surabaya, Agus purwanto, D.Sc yang kemudian dikenal sebagai bapak Trensains Indonesia.

Sebagai salah satu lembaga yang bertujuan untuk mencetak generasi yang dapat menjadikan Al Qur’an sebagai basis konstruksi dalam pengembangan sains. SMA Trensains Tebuireng telah banyak melakukan inovasi dalam dunia pendidikan. Selain mengembangkan kurikulum (yang kemudian dikenal sebagai kurikulum semesta dan di dalamya berkonsentrasi pada kajian 800 ayat-ayat kauniyah) dan merancang program-program peningkatan mutu, SMA Trensains Tebuireng juga merancang konsep dasar mata pelajaran IDT sebagai tool of Trensains  melalui gagasan Waka Kurikulum periode pertama.

Tidak hanya itu, pada tahun 2017 ini, SMA Trensains Tebuireng kembali meluncurkan buku acuan Astrofisika sebagai salah satu mata kajian khas SMA Trensains Tebuireng. Buku cetakan kedua tersebut terbilang lebih lengkap dari sebelumnya, sebab  mencakup profil SMA Trensains secara mendalam, ayat-ayat kauniyah yang diintegrasikan dan didialektikakan dengan konsep kajian semesta, seperti atmosfer, matahari, planet, dan lain-lain.

Penyusun buku tersebut, Ustadz Abdul Ghofur menjelaskan, buku tersebut berisi teks mapel IDT (Ilmu-ilmu Dasar Trensains) astrofisika yang menjelaskan tentang dialektika antara Al Quran dan sains. Dialektika Al Quran dan sains, membangun pola pemikiran sains berbasis wahyu, selanjutnya, sebagai usaha untuk membangun peradaban sains Islam.

Selain buku Asrtofisika  yang ia susun, SMA Trensains juga menerbitkan 12 buku modul untuk persiapan UN dan SBMPTN yang disusun oleh tim guru SMA Trensains. “Untuk Profil SMA Trensains, yang insyaallah berisi tentang sejarah Trensains Tebuireng,  kurikulum, program, dan juga prihal bagaimana cara menjadikan Al Qur’an sebagai basis konstruksi dalam pembelajaran dan pengembangan sains sedang saya susun ,” ungkap Waka Sarana Prasarana SMA Trensains itu ketika dihubungi Tebuireng Online pada Selasa (14/11/2017).

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ia menjelaskan, konsep pembejaran sains yang ada di Trensains merupakan bentuk  implementasi dari gagasan dan pemikiran Ust. Agus Purwanto, D.Sc., melalui buku  Ayat-ayat Semesta dan Nalar Ayat-ayat Semesta Di mana buku tersebut berisi gagasan  Al Quran sebagai sumber ilmu pengetahuan (epistemologi ilmu), integrasi ayat-ayat Al Quran dengan fenomena alam, dan nalar ayat kauniyah yang berkaitan dengan sains.

Ia memaparkan, SMA Trensains Tebuireng merupakan lembaga pendidikan yang mendesain materi pembelajaran berdasar 3 kurikulum, yaitu  kurikulum nasional,  kurikulum Muatan Kearifan Pesantren Sains (MKPS), dan  kurikulum Cambridge, unifikasi ketiganya kemudian dikenal sebagai kurikulum semesta. Program khas Trensains pun menjadi penunjang berjalannya kegiatan implementasi kurikulum semesta seperti B-UP (literasi), Fismat Camp, Math-clinic, English Up-Grading (E-UP), Arabic Upgrading (A-UP), Program Intensif Terstruktur (PIT), dan yang paling khusus ialah Tahajud Fisika.

Adapun mata pelajaran yang masuk dalam kurikulum muatan kearifan Trensains, yaitu Al Quran dan Sains (ALS), Filsafat sains, Ilmu falak, tafsir ayat kauniyyah, Bahasa Arab,  Astrofisika, dan materi Pendidikan Agama Islam Trensains (PAI IDT). Pada pelajaran IPA terdapat waktu khusus yang mengintegrasikan Al Quran dan hadis dengan dengan mata pelajarn biologi, kimia, dan fisika yang kemudian dikenal dengan IPA-Plus. Pendidikan Agama Islam terbagi menjadi materi IDT dan kurikulum nasional.  Materi PAI IDT meliputi Aswaja, Ulum Al Quran,  Ulum al Hadits, Balaghah, Qawaid al Fiqhiyah,  Ushul Fiqh, dan lain sebagainya.

Konsep Trensains, lanjutnya, mengkaji sains kealaman, penelitian ilmiah yang mengacu pada ayat-ayat Al  Quran. Pengkajian sains kealaman pada tahun pertama dan kedua hanya melalui Study General. Ustadz Agus bersama para ilmuan dari dalam dan luar negeri seperti Dr. Suyono, rekan FMIPA Unesa, Prof Amri – fisikawan Islam Timur Tengah. Tahun ketiga selain melalui Study General, sains kealaman masuk dalam mata pelajaran ketrensainsan Astrofisika. Buku ini mulanya berpacu pada buku Astronomy One (Hynek, J. Allen & Apfel, Necia H : 972).

“Tahun keempat, 2017 ini Trensains Tebuireng kembali mencetak buku acuan Astrofisika yang mencakup profil Trensains mendalam,ayat-ayat kauniyah yang diintegrasi dengan materi kurikulum dan konsep kajian semesta; atmosfer, matahari, planet, dan lain-lain,” ungkap mantan Waka Kurikulum SMA Trensains periode pertama itu.

Ia menuturkan, dialegtika al Qur’an dan sains, pemikiran Agus Purwanto yang diterapkan di Trensains adalah sebagai usaha untuk membangun peradaban sains Islam, dengan penguasaan sains dan pemahaman interaksi antara agama & sains oleh para alumninya. Ilmu-ilmu Dasar Trensains (IDT) yang berisi tentang banyak ilmu untuk menguasai interaksi wahyu (Al Quran)  dan Hadis dengan sains yang digagas olehnya dan Tim Perintis SMA Trensains Tebuing untuk memudahkan  pengaplikasian konsep kurikulum semesta.


Pewarta:            Salma/Lensa SMA Trensains

Editor/Publisher: M. Abror Rosyidin

SebelumnyaMPU Aceh Besar Pelajari Sistem Pendidikan Pesantren Tebuireng
BerikutnyaRisalah Nasihat Imam al-Ghazali untuk Santrinya (Bagian-6)