Nyai Lelly Lailiyah Hakim saat mengisi acara Sekolah Islam Gender PMII Hasyim Asy’ari Tebuireng.

Tebuireng.online– Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Hasyim Asy’ari Tebuireng melaksanakan Sekolah Islam Gender (SIG) yang bertempat di Pusdiklat Cab Jombang, Kamis 24 Maret 2022. Acara yang diselenggarakan hingga tanggal 26 Maret ini, menangkat tema “Manifestasi Pemahaman Gender dalam Membentuk Mentalitas Kader Kopri”.

Sebelum pelaksanaan kegiatan berlangsung, panitia menyelenggarakan Talk Show terlebih dahulu dengan mengundang Bu Nyai Hj. Lelly Lailiyah Hakim, Istri KH. Abdul Hakim Mahfudz, Pengasuh Pesantren Tebuireng dan juga putri pertama dari KH. M. Sobich Ubaid selaku salah satu 13 pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.

Pada kesempatan Talk Show tersebut, Bu Nyai Hj Lelly Lailiyah Hakim, mengisahkan bagaiamana kedua orangtuanya mendidik putra dan putrinya perihal dunia organisasi.

“Ayah saya adalah seorang organisatoris. Tetapi tidak dengan ibu saya. Tetapi dalam kehidupan sehari-sehari kedua orang tua saya tidak pernah menekan segala kegiatan kita,  selagi itu kegiatan positif,” ungkapnya.

Nyai Lelly menambahkan, bahwa ayahnya selalu berpesan kepada putra dan putrinya harus mengikuti organisasi apapun.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Kami selalu dianjurkan untuk mengikuti organisasi apapun. Bagi ayah, organisasi adalah hal yang sangat penting untuk membentuk jati diri manusia. Dan bila hendak berorganisasi maka jadilah seorang ketua atau sekretaris,” pesannya.

Menurut penuturan Sang Ayah, KH. M. Sobich Ubaid, bahwa ketika seorang menjadi Ketua maka ia dapat mengekspresikan seluruh gagasan dan pemikirannya. Sedangkan ketika menjadi seorang sekretaris akan mampu membantu memberikan ide dan gagasannya terhadap ketua guna jalannya organisasi.

Pewarta: Dimas Setyawan

SebelumnyaBaca Doa Ini untuk Meredam Amarah
BerikutnyaYuk Kenali Traveler Muslim Dunia