Kuliah umum Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Tebuireng, bersama Syekh Ahmad Nashir Al-Bashiri. Kuliah tersebut diadakan pada 17/1 di auditorium Pesantren Tebuireng.

Kuliah umum tersebut dengan resmi dibuka oleh KH Ahmad Syakir Ridwan, selaku wakil Mudir bidang kurikulum. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan “kami sangat senang dengan kehadiran Syekh Ahmad Nasir Al-Bashiri di tengah keluarga Ma’had Aly Hasyim Asy’ari ini. Harapannya, segenap mahasantri dapat mengambil ilmu dan pelajaran dari kuliah yang disampaikan oleh Syekh Al-Bashiri”.

Wakil Mudir bid. Kurikulum Ma’had Aly tersebut juga berharap kepada Syekh Al-Bashiri agar silaturahmi dan kunjungan ini tidak hanya sebatas majlis ini saja. Beliau berharap kedepannya agar berkenan untuk memberikan perkuliahan kembali di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari.

Acara ini diikuti langsung oleh seluruh mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari. Adapun peserta yang hadir langsung di aula Pesantren Tebuireng hanya mahasantri putra, sedangkan mahasantri putri mengikuti perkuliahan secara daring.

Kemudian, setelah muhadharah ‘ammah tersebut dibuka, Syekh Ahmad Nashir Al-Bashiri langsung menaiki podium dan menyampaikan kuliahnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Di awal perkuliahannya, beliau menyampaikan tentang kemuliaan orang-orang yang  berilmu dan menuntut ilmu. “Orang yang berilmu itu sangat mulia sekali kedudukan dan derajatnya”.

Setelah itu, beliau menyinggung tentang ahli Hadits dan bagaimana seharusnya pelajar hadits.

“Belajar Hadits tidaklah sulit. Ahli Hadits adalah ahli Nabi. Karena yang dikaji dan dipelajari adalah kalam Rasulullah. Betapa mulia orang yang mempelajari Hadits. Karena berapa banyak nama Rasul yang selalu terucap di lisannya, berapa banyak kalimat Rasul yang ditulis oleh tangannya. Maka ini merupakan karunia yang besar sekali” Ungkap Syekh Al-Bashiri.

Selanjutnya beliau menegaskan keseriusan dan ketekunan dalam belajar.

“Serius dan tekunlah dalam mempelajari ilmu, jangan takut dan khawatir dengan masalah biaya. Karena orang alim dijamin Allah rizkinya”.

Syekh Ahmad Nashir Al-Bashiri adalah ulama kelahiran yaman yang sudah tinggal di Indonesia kurang lebih 13 tahun. Mulai dari tahun 2008, hingga sekarang, beliau masih menetap di Indonesia. Syekh Al-Bashiri merupakan seorang ulama Timur Tengah yang aktif berdakwah di Indonesia. Seringkali beliau mengajar di berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari daerah Jawa, Kalimantan, hingga Sumatra.

Pewarta: Al Fahrizal

SebelumnyaKita Memang Berbeda, Mengapa Jadi Masalah Paling Rumit?
BerikutnyaKampus Pesantren, Nilai Lebih yang Dimiliki Mahasantri