Suasana pelaksanaan seminar nasional peringatan 78 tahun Resolusi Jihad. (foto: panitia)

Tebuireng.online– Sudah 78 tahun lamanya Resolusi Jihad Hadratussyaikh KH. M Hasyim Asy’ari mewarnai NKRI, yang kemudian diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Dalam memperingati itu, tahun ini, Pesantren Tebuireng adakan seminar nasional dengan tema “Otoritas Religius KH. M Hasyim Asy’ari sebagai Faktor Kunci Suksesi Fatwa Dan Resolusi Jihad”.

Dalam seminar peringatan Resolusi Jihad, Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz hadir dan memberikan sambutan hangat pada pemateri seminar dan seluruh peserta. Pada forum ilmiah itu, beliau sampaikan tentang sejarah Resolusi Jihad Kiai Hasyim.

“Jika kita membicarakan mengenai resolusi jihad berarti kita membicarakan tentang perjalanan Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari, dimana perjalanan beliau hampir semuanya didasari dengan apa yang ada dalam AlQuran dan Hadis,” ungkap Cicit Hadratussyaikh di hadapan ratusan hadirin.

Selain itu, beliau menceritakan perjuangan Hadratussyaikh awal mula mendirikan pesantren Tebuireng.

“Dulu, Pesantren Tebuireng adalah tempat kemaksiatan. Tidak terbayang bagaimana mental seorang pejuang diusia 28 tahun langsung berhadapan dengan kemaksiatan yang begitu banyak ancaman-ancaman keselamatan termasuk keselamatan jiwa,” terangnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Dalam ceritanya, Hadratussyaikh menerapkan amar ma’ruf nahi munkar untuk melawan semua itu jadi tidak ada halangan bagi Hadratussyaikh untuk melakukan perjuangan, karena yang namanya nahi munkar itu sebagian dari jihad.

Acara yang berlangsung pada tanggal 21 Oktober 2023 di aula lantai 3 gedung Yusuf Hasyim Asy’ari ini, diikuti ratusan santri. Seminar nasional ini menghadirkan penulis buku “Resolusi Jihad Perjuangan Ulama Dan Menegakkan Agama hingga Negara, yaitu Dr. H. Abdul Latif dan penyusun disertasi “Pemikiran KH. M. Hasyim Asy’ari tentang ahl as-Sunnah wa al-jama’ah, yakni Dr. Ach. Muhibbin.

Pewarta: Inayah