Tebuireng.online-Seluruh rangkaian kegiatan bulan Ramadan 1440 H. di Pesantren Tebuireng telah ditutup pada Jum’at malam (24/5) di halaman utama pondok putra. Dibalut dengan Pengajian Umum dengan mengundang al-Habib Jamal bin Thoha bin Abu Bakar Ba’agil dari Malang, acara tampak ramai dan penuh takzim dihadiri oleh masyayikh, santri, dan masyarakat.

Sambutan Pengasuh Pesantren Tebuireng diwakilkan oleh KH. Abdul Hakim Mahfudz. Beliau berharap, para santri yang akan berlibur panjang agar tetap mengaji walaupun berada di rumah. Gus Kikin, panggilan akrab beliau, juga memohon maaf untuk santri kilatan (selain santri Tebuireng) jika ada fasilitas yang kurang dan beliau senang bila ada masukan untuk kedepan.

“Selama Ramadan kitab-kitab dikhatamkan. Ini bukan berakhir bagi anak-anak sekalian untuk mengaji. Mulai besok sampai di rumah, seperti tadi yang dipesan oleh Gus Fahmi, lanjutkan, paling tidak mengaji Qur’an,” harap Gus Kikin.

Beliau mewanti-wanti, khususnya kepada santri untuk tidak terlena dengan perkembangan zaman yang melenakan. Ada dampak negatif dan positif dari medsos, tergantung  pemakainya. “Situasi saat ini mungkin berbeda dibanding dari zaman tahun sebelum 2000, mungkin pengaruh-pengaruh tidak sebanyak sekarang. Sekarang, pengaruh dari medsos pun itu gawat, ada pengaruh negatif dan juga ada pengaruh positif,” ungkap Wakil Pengasuh Pesantren Tebuireng ini.  

Lanjutnya, pengaruh negatif mungkin perlu kita pahami dan kita waspadai. Sangat banyak sekali pengaruh-pengaruh negatif, tetapi kita juga harus mampu untuk memilah-milah. Banyak pengaruh dari kehadiran gadget atau medsos ini. Hal positif juga bisa kita dapat  dari gadget kita. Jadi, ini adalah salah satu ujian yang besar bagi kita semua. Di dalam gadget itu banyak hal-hal sudah dicampur, ada yang positif, ada yang negatif. Begitu dibuka semua bergantian muncul. Tinggal  bagaimana sikap kita melihatnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Terakhir beliau menyampaikan ayat al-Quran surah al-Insyirah ayat 7 dan 8 yang berbunyi, fa idza faraghta fanshob, wa ila rabbika farhghob. “Jadi sekarang itu kita tidak boleh berleha-leha. Tidak boleh berlena-lena. Tidak boleh terlalu banyak istirahat. Kalau sudah selesai dengan satu kegiatan, mulailah dengan kegiatan lain yang positif dan kepada Allah kita berharap,” pungkas beliau.


Pewarta: Seto Galih

Publisher: MSA

SebelumnyaPenutupan Safari Ramadan, Tebuireng bersama LSPT Santuni Fakir Miskin
BerikutnyaPak Mahfudz, Penyandang S3 Nyantri Kilatan di Tebuireng