Fit & Proper Test Tebuireng Berlanjut, Gus Ghofar Ungkap Alasannya

15
Suasana Fit & Proper Test Tebuireng berlanjut di gedung Yusuf Hasyim Tebuireng (foto: albii)

Tebuireng.online— Pesantren Tebuireng kembali melanjutkan rangkaian kegiatan fit & proper test calon kepala sekolah/madrasah pada Selasa (16/6/2026) di lantai 1 gedung Yusuf Hasyim Tebuireng. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses penjaringan calon pemimpin unit pendidikan yang diharapkan mampu membawa lembaga pendidikan Tebuireng semakin berkembang sesuai dengan roadmap cita-cita Pesantren Tebuireng menuju tahun 2046.

Baca Juga: Pesantren Tebuireng Gelar Fit and Proper Test Calon Wakil Kepala Sekolah, Targetkan Standar Internasional

Fit & proper test kali ini diikuti oleh perwakilan dari unit SLTP Pesantren Tebuireng, yakni SMP A. Wahid Hasyim sebanyak 3 peserta, SMP Sains Jombok sebanyak 6 peserta, SDI Tebuireng Kesamben sebanyak 6 pdueserta, MTs Salafiyah Syafi’iyah sebanyak 6 peserta, dan MTs Sains Kesamben sebanyak 3 peserta.

Mudir I Bidang Keuangan dan Umum, Ir. Abdul Ghofar menyampaikan bahwa proses seleksi ini menjadi langkah untuk mengukur kesiapan para calon pemimpin di masing-masing unit sekolah dan pondok.

“Bisa mengukur terhadap calon-calon di sekolah masing-masing dan pondok. Pemilihan calon pemimpin ini bisa menyelaraskan terhadap roadmap apa yang dicita-citakan oleh Pesantren Tebuireng di tahun 2046,” ungkap Gus Ghofar.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Dengan dilakukan fit & proper test ini, lanjutnya, memang banyak muncul talenta yang selama ini punya potensi yang bisa dikembangkan untuk membawa Tebuireng lebih baik lagi. Dalam sesi pengujian, Gus Ghofur sebagai salah satu juri memberikan pertanyaan kepada calon kepala sekolah/madrasah dari unit SMK yang pada kesempatan sebelumnya belum sempat mengikuti pemaparan karena belum ada pendaftar pada 3 Juni lalu.

Usai pemaparan program, Gus Ghofar menanyakan terkait jurusan yang memiliki prospek untuk pengembangan SMK, strategi branding sekolah, kesiapan sumber daya manusia (SDM), serta target jangka pendek dan jangka panjang yang ditawarkan.

Menanggapi hal tersebut, Ustadz Mohammad Roihan Sugondo menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan riset terhadap beberapa sekolah bisnis digital yang memiliki banyak peminat.

“Kami sudah pernah riset ke 6 sekolah bisnis digital yang banyak peminat. Kemudian untuk brandingnya bisa dengan mengundang sekolah lain ke SMK, dengan satu catatan ada perbaikan fasilitas dan pembiayaan untuk sekolah. Untuk SDM perlu diadakan pelatihan bagi para dewan guru,” jelasnya.

Baca Juga: 16 Kandidat Adu Gagasan dalam Fit and Proper Test Kepala SLTP dan SD Tebuireng

Gagasan tersebut juga mendapat perhatian dari Ustadz Fery Sriafandi dan Ustadz Banu Adya Pradhika yang menyetujui pentingnya pelatihan kedisiplinan guru serta peningkatan fasilitas sebagai bagian dari penguatan mutu pendidikan.

Peserta tampak khusyuk mengikuti rangkaian tes (foto: albii)

Sementara itu, Said Agil dari SMP A. Wahid Hasyim membawa fokus program pada bidang branding, kerja sama, serta teknologi informasi. Ia menyampaikan pentingnya membangun hubungan yang lebih dekat dengan siswa melalui pendampingan dan pengembangan potensi.

“Menjadi mentor dan sahabat yang siap mendampingi serta mengembangkan potensi siswa. Nanti kita kerja sama dengan lembaga riset, kemudian membentuk tim IT agar meningkatkan potensi siswa. Bisa dengan membuat video-video karya santri dan diunggah di media sosial sebagai branding siswa,” tuturnya.

Baca Juga: Tebuireng Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Sekolah dan Madrasah Tingkat SLTA

Dari SMP Sains Jombok, Nola Mariyah Yuliani memilih bidang keuangan dengan membawa program unggulan Science Gallery & Publication. Program tersebut bertujuan menyediakan ruang bagi karya dan produk siswa.

“Membangun gedung baru dua lantai dengan dua laboratorium untuk menampung produk-produk dari anak-anak. InsyaAllah kalau di-acc tahun ini akan segera dibangun,” ungkapnya.

Muhammad Dzikron dari SDI Soedigno Kesamben menyampaikan bahwa SDI saat ini memiliki keunggulan dari sisi kepercayaan masyarakat. Hal tersebut terlihat dari jumlah pendaftar selama tiga tahun terakhir yang mengalami peningkatan hingga melebihi kapasitas.

“SDI sekarang memiliki keunggulan dari kepercayaan masyarakat yang dibuktikan melalui tiga tahun terakhir ini pendaftar overload. SDI juga masuk lima besar dengan jumlah munaqosah terbanyak se-Jombang,” ujarnya.

Ia memilih fokus pada bidang kesiswaan dan prestasi serta bidang kurikulum pengembangan karakter sebagai bagian dari program pengembangannya.

Dari MTs Salafiyah Syafi’iyah, Muhammad Sholahudin Aziz membawa program pada bidang sarana prasarana dan keuangan. Menurutnya, pengelolaan keuangan yang transparan menjadi hal penting dalam pengembangan madrasah. 

“Keterbukaan transparasi keuangan ini sangat penting karena tidak semua orang tahu bagaimana bidang ini bisa dipantau dan digunakan secara baik di madrasah. Outputnya nanti anak-anak bisa menggunakan fasilitas yang terbaik untuk meningkatkan bakat dan minat,” jelasnya.

Sedangkan Anisa Mu’asomah dari MTs Sains Kesamben menawarkan program unggulan berbasis sains dengan pendekatan kurikulum backward design.

“Pendekatan mundur, dari tujuan dulu baru rancangan pembelajaran. Jadi mau dipetakan. Persiapan implementasinya dimasukkan di beberapa mata pelajaran yang disatukan menjadi sains terapan, karena tujuan dibentuknya MA Sains adalah untuk pembekalan pembuatan karya tulis ilmiah. Outputnya semoga bisa membuat jurnal dari hasil penelitian,” paparnya.