Gelar Musycab, IKAPETE Lamongan Teguhkan Tradisi Silaturahmi dan Teladan Kiai Hasyim Asy’ari

46
Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) Cabang Lamongan menggelar istigotsah, pengajian rutin kitab Al-Tibyan, sekaligus Musyawarah Cabang (Musycab) pada Sabtu (25/7/2026). Foto: Hoo

Tebuireng.online- Lamongan– Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) Cabang Lamongan menggelar istigotsah, pengajian rutin kitab Al-Tibyan, sekaligus Musyawarah Cabang (Musycab) pada Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Babussalam Latukan, Karanggeneng, Lamongan, ini menjadi momentum konsolidasi alumni sekaligus penguatan tradisi keilmuan dan silaturahmi.

Selain diikuti para alumni, acara ini juga dihadiri oleh pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Latukan serta para pengajar di lingkungan Yayasan Pondok Pesantren Babussalam Latukan.

Pengasuh Pondok Pesantren Babussalam sekaligus tuan rumah, Gus Khoirul Wafa, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para peserta dan Gus Fahmi Amrullah yang memimpin istigotsah serta pengajian.

“Semoga kita tetap dianggap sebagai santri Mbah Hasyim,” ujar Wafa saat memberikan sambutan, Sabtu.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ketua PC IKAPETE Lamongan periode berjalan, R. Zainul Mushthofa, menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan selama empat tahun terakhir. Salah satu program utama yang terus dijaga adalah pengajian rutin dua kali setahun yang kini telah memasuki pertemuan ke-8.

“Selain pengajian rutin, PC IKAPETE Lamongan juga telah melaksanakan berbagai kegiatan lain, termasuk menjadi tuan rumah Halalbihalal PW IKAPETE Jawa Timur di Pondok Pesantren Sunan Drajat pada April 2026 lalu,” jelas Zainul.

Atas capaian tersebut, Ketua PW IKAPETE Jawa Timur, KH. Roisuddin Bakri, mengapresiasi kinerja PC IKAPETE Lamongan. Ia menilai cabang Lamongan sangat aktif menghidupkan kegiatan organisasi dan menjadi PC pertama yang sukses menyelenggarakan Musycab.

“Organisasi akan kuat apabila kegiatan berjalan dan kader-kadernya terus bersilaturahmi,” tegas Roisuddin.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan istigotsah dan ijazah amalan oleh KH. Agus Fahmi Amrullah Hadziq, diikuti pengajian kitab Al-Tibyan.

Dalam pemaparannya, Gus Fahmi, sapaan akrabnya, menekankan pentingnya sifat kasih sayang dan silaturahmi sebagai tolok ukur kebaikan seseorang di luar ibadah ritual. Ia juga mengisahkan keteladanan Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari dalam menghormati perbedaan pendapat, seperti hubungannya dengan KH. Faqih Maskumambang.

“Perbedaan itu ada, tetapi tetap saling menghormati. Inilah yang harus kita contoh,” ujar Fahmi.

Terkait dinamika organisasi dan proses pemilihan kepemimpinan, Gus Fahmi mengingatkan agar seluruh anggota berpegang teguh pada Qanun Asasi (prinsip dasar organisasi). Ia menegaskan bahwa aturan organisasi tidak boleh disiasati demi kepentingan kelompok atau kandidat tertentu.

“Jangan aturan dibuat untuk mengakali proses pemilihan. Semuanya harus kembali kepada Qanun Asasi,” tegasnya.

Usai sesi pengajian, kegiatan dilanjutkan dengan Musycab PC IKAPETE Lamongan yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Presidium Nasional (Presnas) IKAPETE, Dr. KH Khotib Sholeh.

Proses musyawarah berlangsung secara kekeluargaan. Peserta Musycab secara aklamasi kembali memilih Dr. H. R. Zainul Mushthofa, M.H.I. sebagai Ketua PC IKAPETE Lamongan untuk masa khidmah 2026–2030.

Terpilihnya kembali Zainul menegaskan kepercayaan para alumni atas konsistensi kepemimpinannya dalam menjaga dinamika organisasi, merawat sanad keilmuan, serta menguatkan jaringan alumni Tebuireng di wilayah Lamongan.

Foto: Hoo

Pewarta: Syafik Hoo

Editor: Sutan