
Membahasakan Diam
Harapan rasanya semu sekali
Tubuh terasa kaku semua
Khayalan rasanya sirna
Semacam tidak ada makna di dalamnya
Dan hidup pun entah
Sampai kapan hujan terus meneteskan derasnya,
Luka semakin basah
Dukapun semakin menganga
Apa yang bisa diperbuat
Agar bisa kembali berjalan
Menapaki harapan dan cita
Menyusun rencana-rencana,
Entahlah,
Rasanya semuanya lelah saja.
(2026)
Berjalan Lagi
Kita jemput asah yuk
Dimana pun ia berada
Entah di atas pohon cemara,
Atau hinggap di kelopak matanya
Nanti sebelum petang tiba
Semoga kau mendapatkannya
Membawa lagi secercah cinta
Menundukan lagi kobaran amarah dalam dada
Setelahnya,
Aku harap kau segera berkabar ya
Pada tuhan yang selalu membantumu
Pada doa yang selalu menyelimutimu
(2026)
Doa-Doa Kecil
Aku sejenak hinggap ya
Di kantung matamu yang lelah itu
Di rambut rontokmu
Ingin selalu membersamaimu
Pada malam itu kau senandungkan laramu
Aku ingin lelahmu
Semua keluhmu yang biru
Semoga doa lekas meramu
Tuhan mengajakmu jalan-jalan
Ia kadang merayap diam-diam
Melindungimu dengan teduh perlahan
Doa doa memelukmu di sepanjang malam
Indramayu, 11 Februari, 2026.
Penulis: Lupi Malaranggih
Editor: Rara Zarary


















