Doa dan Harapan Baru Santri Diawal Tahun

265
Kegiatan doa bersama dan pengajian umum di Pesantren Tebuireng, Senin (10/9/2018). (Foto: Kopiireng)

Tebuireng.online- Malam tahun baru Islam 1440 H, di Pesantren Tebuireng tampak ramai dengan pembacaan doa bersama dan pengajian umum, Senin (10/9/2018). Kegiatan ini diawali dengan doa akhir tahun yang dibaca bersama serta khataman Al Quran setelah Ashar. Kegiatan itu dilanjut shalat Maghrib berjamaah, pembacaan istighatsah, dan doa awal tahun yang dipimpin oleh ustadz Su’udi.

Setelah pembacaan doa bersama, malam tahun baru Islam ini kemudian diisi dengan pembacaan maulid Diba’ yang diiringi hadroh dari Kubahireng. Rangkaian acara diakhiri dengan mauidhiotul hasanah dan doa oleh KH. Agus Zaki Hadzik (Gus Zaki), di Masjid Tebuireng.

“Santri diharapkan untuk melaksanakan 3 hal ini, yaitu muhasabah diri, melaksanakan hak dan kewajiban seorang santri, dan hormat kepada guru, pengurus, dan pembina. Menjadi orang yang baik dan tahu kesalahan diri,” ungkap Pengasuh Pondok Putri Al-Masruriyah Tebuireng kepada para santri.

Perlu kita ketahui, bulan Muharam merupakan bulan yang dimuliakan disamping bulan dzulqa’dah, dzulhijjah, dan rajab. Menyambutnya dengan rasa syukur atas nikmat yang diberikan dan muhasabah atau introspeksi diri, dan kegiatan untuk para santri ini diharapkan sebagai awal para santri mampu menyongsong hidup yang lebih baik di tahun selanjutnya.

Dianggapnya sebagai momen penting, malam satu Muharam yang juga biasa disebut dengan satu Suro ini menjadi ajang para santri berlomba-lomba dalam melaksanakan ibadah dan kebaikan.


Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Pewarta: Seto Galih

Editor/Publisher: RZ

🤔  TEBUIRENG, dari Pesantren untuk Indonesia