Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Sulistiawati menyerahkan bantuan kesehatan kepada Pengasuh Pondok Pesantren Putri Walisongo, KH. Amir Jamiluddin, Selasa (17/11). (Foto: Umda/tebuireng.online)

Tebuireng.online— Pesantren menjadi salah satu sorotan publik terkait cara hidup sehat di tengah pandemi. Oleh karena itu pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang memberikan pembinaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) serta bantuan alat kesehatan kepada Pondok Pesantren Putri Walisongo Jombang pada Selasa (17/11).

Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang menyosialisasikan cara hidup sehat dan tetap menjaga protokol kesehatan di tengah aktivitas dalam pesantren. Awalnya, sosialisasi tersebut akan dipandu oleh pihak Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, namun diwakili oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang.

“Tidak ada yang tahu pandemi ini berakhir kapan. Namun kita harus beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan baru, dengan menggunakan masker, cuci tangan, dan menjaga jarak. Adanya pandemi ini membuat kita untuk lebih menahan diri,” ungkap Sulistiawati, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Jawa Timur (17/11).

Pada kesempatan itu, pihak Dinas Kesehatan Jombang mengajak santri untuk menerapkan 3M yaitu: mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker, serta menjaga jarak minimal 1 meter.

Beberapa hal dijelaskan lebih rinci, seperti cara adaptasi kebiasaan baru di asrama/kamar, di ruang makan, maupun di masjid pesantren. Beberapa bantuan seperti masker dan alat makan juga diberikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang untuk para santri.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Pesantren Walisongo, salah satu pesantren yang santrinya terbanyak di Jombang dari beberapa pondok yang kami kunjungi,” ungkap salah satu pihaknya.

Usai pembinaan, pihak Dinas Kesehatan Jombang keliling pesantren didampingi panitia gugus covid-19. Mulai dari mengecek kamar santri, westafel yang sudah tersedia di setiap sudut, tempat pengambilan catering, mushola, kantin, serta koperasi.

Kegiatan ini disambut langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Putri Walisongo, KH. Amir Jamiluddin (Gus Jamil) beserta beberapa bagian pengurus dan pembina pondok.

“Tips sehat ala santri Walisongo, salah satunya dalam bentuk minum sari kurma, madu, ditambah suplemen seperti stimuno, vitamin, dan tidak lupa doa,” ungkap Gus Jamil.

Kegiatan pembinaan kesehatan ini berlangsung selama dua kali. Pertama pada Selasa (17/11), untuk kali kedua direncanakan hari Selasa (24/11) mendatang.

Adanya pembinaan dari pihak dinas kesehatan, diharapkan bisa mencegah risiko penularan covid-19 di pesantren, serta para santri mampu beradptasi dan menjalankan aktivitas pesantren dengan aman, nyaman, serat damai.

Pewarta: Umdah Fadilah

SebelumnyaMembaca Proses Peraih Nilai Cum Laude Unhasy
BerikutnyaKerja Sama PCNU dan Tebuireng, Alumnus Dirikan Pesantren Cabang di Bengkulu