sumber ilustrasi: republika

Oleh: Wan Nurlaila Putri*

Tuhan
ternyata aku lelah
aku lemah
menerima dan menghadapi setiap masalah
boleh kah diri ini pasrah?

kenapa selalu cerita yang susah
bukan cerita yang indah?

Engkau tau aku manusia paling rapuh
dan aku selalu bersimpuh
untuk mengeluh

aku tahu dan sangat tahu
setiap kesedihan akan terbit kebahagiaan
dan itu entah kapan
yang pasti sangat dirahasiakan

hanya Engkau, Tuhan
yang tahu kapan kebahagian itu
diterbitkan dari hatiku, pada senyumku.


Manusia Rintih

Ini aku
manusia yang tuhan ciptakan dengan segala kesempurnaan
diberi akal untuk bisa hidup dengan kebahagiaan
diberi apapun untuk menjalani hidup dengan kedamaian
tapi apakah kau tau?

betapa perih dan rapuh hati yang diciptakan
menerima semua cobaan dan rintangan
yang dikhususkan untuk diriku seorang?

berapa lama aku bersujud
berapa lama aku menengadah doa untuk selalu kusebut
tapi apa
masalah silih berganti
hingga aku merasa tak pantas untuk hidup lagi

Tuhan
kapan kau hadirkan kebahagiaan
kapan kau hadirkan kesenangan
kapan kau hadirkan kedamaian dan ketenangan
jika hidupku terus kau guncang dengan cobaan

akankah aku mampu bertahan
atau mati dalam keluhan
rintihan


Kedamaian

Adzan berkumandang
memanggil setiap insan yang beriman
untuk kembali melaksanakan kewajiban
agar memperoleh keberkahan

aku berdiri
melangkah kan kaki dan meninggalkan zona nyaman ini
merasakan kenikmatan dalam tiap basuhan air suci

melaksanakan ibadah kepada sang illahi rabbi
memohon dan meminta atas setiap takdir yang tercipta 
semoga segala harap dan cita
terwujud sebelum maut menyapa
diri yang masih belum bisa apa apa

*Mahasiswa Unhasy Jombang.

 

 

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online