
Tebuireng.online— Muballigh kondang dari Jombang, KH. Nur Muhammad Habibillah menyampaikan Mauidhoh Hasanah di Madrasah Mu’allimin Hasyim Asy’ari Tebuireng, dalam peringatan Isra Mikraj 1447H pada Kamis (22/1/2026).
Penceramah yang akrab disapa Gus Nur ini, mengajak santri Mu’allimin untuk mengupgrade kualitas shalat, karena shalat adalah salah satu dari 2 dimensi atau ibadah yang wajib dilakukan oleh umat Islam.
Baca Juga: Diikuti 400 Santri, Madrasah Mu’allimin Tebuireng Peringati Isra Mikraj 1447 H
“Hidup itu harus diselesaikan dengan 2 dimensi yakni shalat, tawakal dan ikhtiar. Shalat akan mengantarkan kekuasaan Allah dan ikhtiar bergerak serta berusaha dengan segala kemampuan untuk mencapai tujuan hidup,” ungkap beliau.
Kiai Nur menyebut, arti shalat secara bahasa adalah doa. Dengan itu, garis besarnya bacaan dalam shalat adalah doa. Jika shalatnya baik dan benar, maka doa akan didengar dan diterima oleh Allah Swt.
Ia juga mengatakan bahwa kedua dimensi di atas harus seimbang. Shalat bukan pengganti dalam menjemput rezeki tetapi sebagai pendukung. Begitu pula dengan usaha yang telah tercapai harus dibarengi dengan rasa syukur kepada Allah.
Baca Juga: Kopi Mateng, Komunitas Penulis Madrasah Mu’allimin Tebuireng, Diresmikan
Di akhir ceramah, beliau berpesan kepada santri agar tidak boleh takut dan khawatir terhadap masa depan.
أَرِحْ نــَفْسَـكَ مِنَ الـتَّدْبِــيْرِ، فَمَا قَامَ بِـهِ غَيْرُ كَ عَـنْكَ لاَ تَـقُمْ بِـهِ لِنَفْسِكَ
“Istirahatkan dirimu dari tadbiir (melakukan pengaturan-pengaturan)! Maka apa-apa yang selainmu (Allah) telah melakukannya untukmu, janganlah engkau (turut) mengurusinya untuk dirimu.”
Gus Nur menyampaikan, berusahalah sesuai dengan kemampuan. Hal yang berlebihan akan mendatangkan kedzaliman dan melemahkan iman.
Baca Juga: Rois Syuriah PCNU Kabupaten Kediri Ajak Santri Mu’allimin Teladani Akhlak Rasulullah SAW
“Shalat dan belajalah, jangan takut masa depan. Jadilah orang yang berakhlak mulia dan menerima atas segala yang telah ditakdirkan Allah,” tutupnya.
Pewarta: Bakhit Jauharullaudza
Editor: Rara Zarary


















