Diikuti 400 Santri, Madrasah Mu’allimin Tebuireng Peringati Isra Mikraj 1447 H

151
KH Muhammad Habibillah dari Jombang sebagai pembicara utama dalam peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang diadakan oleh Madrasah Mu’allimin Hasyim Asy’ari (MMHA) Pesantren Tebuireng pada Kamis pagi (22/1/2026). Foto: YT MMHA

Tebuireng.online- Madrasah Mu’allimin Hasyim Asy’ari (MMHA) Pesantren Tebuireng menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW dengan suasana penuh khidmat dan edukatif. Acara yang dipusatkan di halaman utama madrasah pada Kamis pagi (22/1/2026) ini diikuti oleh lebih dari 400 santri beserta jajaran pimpinan dan dewan guru. Kegiatan diawali dengan lantunan selawat dari grup banjari As-Syaikhun Mu’allimin, yang membangun suasana religius di tengah para santri.

Kepala Madrasah Mu’allimin yang diwakili oleh Ust. Sobirin, dalam sambutannya mengaitkan momentum Isra Mikraj dengan perjalanan sejarah madrasah. Beliau mengungkapkan bahwa Madrasah Mu’allimin kini telah memasuki usia 18 tahun, di mana puncak peringatan hari lahirnya (Harlah) akan dirayakan pada April mendatang.

“Dalam usia yang sudah cukup matang ini, kami mengingatkan para santri untuk senantiasa memperbaiki kualitas keilmuan. Kejayaan ilmu harus dicapai hingga titik tertinggi, sebagaimana perjalanan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang berhasil mencapai puncak Sidratul Muntaha,” pesan Ust. Sobirin.

Peringatan Isra Mikraj kali ini menghadirkan KH Muhammad Habibillah dari Jombang sebagai pembicara utama. Berbeda dengan pengajian pada umumnya, Kiai Habibillah membawakan tausiyah secara interaktif dengan menggunakan bahasa Arab di hadapan para santri.

Beliau membedah secara mendalam mengenai fikih shalat dengan merujuk pada qaul (pendapat) para ulama serta hadis-hadis Nabi. Suasana menjadi sangat hidup saat Kiai Habibillah melontarkan berbagai pertanyaan seputar hukum fikih yang langsung dijawab dengan penuh semangat oleh para santri. Hal ini menunjukkan kualitas literasi dan pemahaman kitab kuning santri Mu’allimin yang cukup mumpuni.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ketua Panitia Pelaksana, Mursyid (santri kelas 5), menegaskan bahwa kegiatan ini didesain agar tidak berhenti pada tataran seremonial belaka. Panitia ingin memastikan nilai-nilai spiritualitas dari peristiwa Isra Mikraj benar-benar meresap ke dalam karakter santri.

“Tujuan kami adalah mengajak santri memahami makna mendalam di balik Isra Mikraj, memperkuat spiritualitas, dan meneladani sifat Nabi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam kedisiplinan ibadah dan akhlak,” ujar Mursyid.

Melalui kegiatan ini, Madrasah Mu’allimin berharap dapat mencetak pribadi santri yang tidak hanya unggul dalam wawasan keagamaan, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat saat nanti terjun ke tengah masyarakat.


Pewarta: Fatih Maulana

Editor: Sutan