KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah) bersama rombongan pimpinan unit pendidikan Tebuireng silaturahmi ke SOH Cibubur Jawa Barat.

Tebuireng.online— Belajar bisa kepada siapapun. Hal itu yang menjadi prinsip Pesantren Tebuireng. Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Salahuddin Wahid beserta beberapa rombongan pimpinan unit pendidikan, bersilaturahmi ke Insan Mandiri Islamic Boarding School di Cibubur Jawa Barat pada Rabu (28/8/19).

Selain silaturahmi rombongan juga malakukam studi banding ke SMPIT Insan Mandiri dan SMAIT Insan Mandiri, yang dinaungi lembaga pendidikan SOH (School Of Human) yang didirikan oleh Munif Chatib.

KH. Salahuddin Wahid didampingi Nyai Hj. Farida Salahuddin datang bersama Mudir Bidang Pendidikan Sekolah, H. Khusnadi Sa’id, H. Sutarno Said, A. Rofiq, Anas, Mudhfar, dan Achmad Roziqi.

Rombongan disambut langsung oleh pimpinan SOH, Munif Chatib, dan pengelola pendidikan SMPIT dan SMIT Insan Mandiri.

“Kami ada agenda belajar sistem dan pengelolaan pendidikan mereka, SMPIT Insan Mandiri dan SMAIT Insan Mandiri yang menggunakan MIR (Multiple Intelegence Research) dan Project Based Quran. SOH yang menggunakan MIR (Multiple Intelegence Research),” jelas Kepala Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Tebuireng.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Munif Chatib menyebut, di Indonesia masih minim sekolah yang menyediakan pendidikan yang layak untuk anak berkebutuhan khusus. Baginya, anak-anak sedini mungkin harus sudah mengenal jati diri keunggulan masing-masing supaya tidak salah menentukan pendidikannya.

“Peningkatan jumlah anak berkebutuhan khusus dari tahun ke tahun cukup besar. Jadi saya berharap Tebuireng membuka sekolah untuk anak yg berkebutuhan khusus,” ungkap alumnus Supercamp Oceanside California Amerika itu.

Menjawab hal itu, KH. Salahuddin Wahid atau Gus Sholah mengatakan bahwa Tebuireng selalu berkenan belajar kepada siapapun tanpa memandang usia lembaga tersebut. Menurutnya, siapapun dapat belajar kepada siapapun dan merasa kurang untuk menerima keritik.

Dalam kesempatan itu, Gus Sholah juga diminta menjadi narasumber dalam acara talkshow on air di radio Rasil milik SMPIT dan SMAIT Insan Mandiri Dalam talkshow itu, Gus Sholah sangat mengapresiasi sistem dan pelayanan SOH dalam menerima anak-anak didik tanpa melihat jenis agama.

Beliau juga mengapresiasi atas kemauan SOH untuk menerima anak-anak berkebutuhan khusus. Munif Chatib juga menyampaikan hasil belajar dari siswa SMPIT dan SMAIT Insan Mandiri baik yang reguler maupun yang berkebutuhan khusus.

Di antara sistem SOH dalam membuat suasana yang kondusif sebelum awal ajaran adalah mengharuskan wali siswa-siswinya untuk diberi wawasan langsung oleh Munif Chatib selama dua hari agar bisa seirama dengan SOH.

Mudir Bidang Pendidikan Sekolah, H. Kusnadi Said, menjelaskan bahwa proyeksi dari studi banding ini rencananya akan diproyeksikan untuk MTs baru yang akan didirikan di Kesamben Jombang.

“Hasil studi banding akan kita terapkan di MTs Tebuireng di Kesamben yang akan di buka tahun 2020 Insya Allah,” jelasnya.

Pewarta: Abror Rosyidin

Publisher: RZ

SebelumnyaTak Jadi Manusia
BerikutnyaPendidikan Sejak Dini, Mewujudkan Impian di Masa Depan