
Bel Terakhir
Bel berteriak perak
memecah dinding waktu yang diam
suara itu kapak
menebas tahun-tahun kita jadi serpihan kenangan
halaman sekolah jadi lautan
ombaknya rindu menampar kaki
bangku kayu bisu
tapi Ia berteriak nama-nama yang akan pergi
papan tulis hitam
samudra kapur yang menelan mimpi
tangan guru adalah kompas
menuntun kapal kami yang oleng
tawa kalian adalah hujan
membasahi musim kering hati
air mata jatuh
permata yang tak pernah kami jual
Seragam ini jubah perang
kini lusuh ditelan usia
lonceng itu malaikat
mengantar kita ke gerbang dunia
langkah kaki gemetar
daun gugur mencari tanah
pisah bukan mati
Ia hanya jeda panjang rindu
esok kita terbang
burung-burung tanpa sangkar
nama sekolah jadi doa
bersemayam di dada
terima kasih rumah kedua
yang mengajar kami jatuh dan bangun
sampai jumpa
di versi terbaik diri kami nanti
Terbang Tinggi
Lepaskan sayap dari sangkar seragam yang sempit
angin adalah tangan Tuhan
mendorong punggung kita yang ragu
awan jadi karpet
Kita menari di atas batas langit
mimpi adalah kompas
Ia tak pernah berbohong arah
dulu papan tulis penjara
kini papan itu tangga
guru adalah lentera
membakar gelap dengan sabar
jatuh itu guru kedua
Ia mengajar tanpa suara
luka adalah medali
bukti kita pernah berani
hujan cemooh jadi bahan bakar roket hati
nama kita goresan bintang
jangan takut padam
terbanglah
burung-burung yang pernah ditertawakan
dunia menunggumu
buka gerbangnya dengan karya
perpisahan hanya jeda
rindu akan jadi sayap
kenangan sekolah titip restu jadilah cahaya yang menyebar
jangan menoleh lagi ke kursi kosong itu
langit luas
giliranmu menulis sejarah
Coretan Meja
Meja ini museum
dindingnya menyimpan tawa dan dosa Kami
goresan pulpen adalah darah
meneteskan nama-nama yang dicinta
hati coret-coret rindu
sebelum bel terakhir memisah
kursi kayu saksi bisu
Ia menelan semua rahasia
nama Dia tertulis hati
tapi dicoret waktu
PR matematika adalah rantai
mengikat jari sampai malam
guru menegur seperti guntur
tapi cintanya seperti hujan
jendela adalah mata
mengintip masa depan yang kabur
coretan ini kapal kertas
berlayar ke kenangan
tinta adalah air mata
kering tapi tak pernah hilang
esok meja diganti
tapi goresan tak bisa dihapus
Ia jadi monumen cerita sekolah
abadi di sudut hati
perpisahan hanya gema
suaranya memantul di relung dada
terima kasih meja tua
Kau saksi bisu perjalanan Kami
lulus bukan akhir
Ia hanya titik koma panjang
coretan ini doa
semoga Kita bertemu di puncak


















