
Tubuh yang tak pernah kuinggapi sepenuhnya
Tubuh ini rumah
Yang kutempati sambil lalu,
Aku singgah sebentar
Lalu aku pergi lagi.
Dinding-dindingnya hafal
Suara tangisku,
Sungguh aku lupa
Cara duduk tenang di dalamnya.
Aku tumbuh,
Namun tak pernah benar-benar pulang
Pada diriku sendiri.
Aku menjadi asing di cermin
Cermin menatapku lama,
Seolah ia tahu
Aku tak lagi mengenali
Wajah yang kupakai setiap hari.
Mataku menyimpan
Nama-nama yang tak pernah kupanggil,
Luka yang pura-pura
Sudah sembuh.
Jika ini disebut hidup,
Mengapa aku terasa
Seperti tamu
Padahal dalam diriku sendiri.
Menjadi rumah
Aku sedang membangun
Diriku dari reruntuhan,
Mengumpulkan pecahan
Yang dulu kubuang.
Aku sapu lantai batin,
Kubuka jendela pelan-pelan,
Biar cahaya belajar masuk
Tanpa merasa diusir.
Menjadi rumah ternyata bukan soal rapi,
Melainkan berani tinggal
Meski belum sepenuhnya utuh
Penulis: Wan Nurlaila Putri
Editor: Rara Zarary


















