
Tebuireng.online— Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Tebuireng kembali menggelar kegiatan Penguatan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) pada Ahad (1/2/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa kelas XII MASS Tebuireng dan bertempat di Aula Aliyah lantai 2.
Pembekalan Aswaja kali ini menghadirkan Mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, Dr. KH. Ahmad Roziqi, Lc., M.H.I. Dalam pemaparannya, kiai yang akrab disapa Ustadz Roziqi tersebut mengulas secara mendalam tentang amaliyah Aswaja sebagai jalan beragama yang utuh dan bersanad.
Baca Juga: ASWAJA Center Tebuireng Bekali Siswa MASS Peta Gerakan Islam di Indonesia
Ustadz Roziqi menjelaskan bahwa dalam perspektif Aswaja, beragama mencakup tiga pilar utama, yakni beriman, berislam, dan berihsan. Beriman mengikuti manhaj Asy’ariyyah atau Maturidiyyah, berislam berpegang pada salah satu dari Madzahib Arba’ah (Syafi’i, Maliki, Hanafi, dan Hambali), serta berihsan meneladani ajaran tasawuf para ulama besar seperti Imam al-Ghazali dan Imam Junaid al-Baghdadi.
“Tidak ada amalan Aswaja yang tidak berdalil. Baik dalam tauhid, fikih, maupun tasawuf, semuanya memiliki sanad yang muttashil ilaa Rasulillah,” tegas Ustadz Roziqi di hadapan para siswa. Ia menambahkan bahwa mengikuti madzhab bukanlah bentuk taqlid buta, melainkan upaya menjaga kesinambungan keilmuan Islam yang otoritatif.
Lebih lanjut, Ustadz Roziqi juga mengaitkan nilai-nilai Aswaja dengan prinsip dasar Nahdlatul Ulama sebagaimana tertuang dalam Qanun Asasi Bab II. Menurutnya, NU didirikan untuk mendorong umat Islam agar mengedepankan ukhuwah dan saling menghormati perbedaan ijtihad.
Baca Juga: Alasan Memilih Empat Imam Mazhab dalam Tradisi Aswaja
“Pengikut Syafi’iyah tidak mencela, Malikiyah tidak mencela, Hanafiyah tidak mencela, Hambaliyah tidak mencela. Tidak ada saling membid’ahkan hanya karena perbedaan pendapat,” imbuhnya.
Menutup pembekalan, alumni Tebuireng tersebut menegaskan pentingnya orientasi sosial dalam beragama. “Amal terbaik adalah amal yang manfaatnya dirasakan oleh orang lain, dan amal untuk menyatukan umat Islam,” pungkasnya, yang disambut tepuk tangan meriah dari para siswa.
Baca Juga: Materi ASWAJA Jadi Penutup Berkesan di MPLS SMP Sains Tebuireng
Kegiatan Penguatan Aswaja ini kemudian dilanjutkan dengan istirahat selama 30 menit. Setelah itu, acara berlanjut dengan materi Tebuireng, NU, dan kebangsaan yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Malik pada pukul 10.00 WIB.
Pawarta: Amalia Dwi Rahmah
Editor: Rara Zarary


















