
Tebuireng.online- Pesantren Modern Daaru Muttaqien, Tangerang, Banten, melaksanakan kunjungan Rihlah Tarbiyah ke Pesantren Tebuireng, Jombang, pada Sabtu (31/01/2026). Kegiatan yang bertempat di Aula KH Yusuf Hasyim ini diikuti oleh sedikitnya 280 peserta, yang terdiri dari santri kelas akhir beserta jajaran asatid dan asatizah.
Agenda tahunan ini berlangsung khidmat dengan nuansa edukatif yang kental. Selain sebagai ajang silaturahmi, kunjungan ini diproyeksikan sebagai upaya penguatan nilai-nilai keilmuan dan kepesantrenan bagi para santri yang sesaat lagi akan menuntaskan masa studinya.
Wali kelas akhir Pesantren Daaru Muttaqien, Ustadz Badrus Salam, S.Pd., menjelaskan bahwa Rihlah Tarbiyah ini bertujuan untuk memperluas cakrawala pengalaman santri kelas VI. Fokus utamanya adalah menyambung sanad keilmuan dengan pesantren besar dan bersejarah di Indonesia.
“Kegiatan ini menjadi sarana bagi santri untuk belajar langsung dari pesantren ternama, seperti Pesantren Al-Amin Sumenep dan Pesantren Tebuireng. Keduanya memiliki akar sejarah yang sama, yakni lahir dari rahim Nahdlatul Ulama,” ujar Ustadz Badrus dalam wawancaranya.
KH Nur Kholis Kholili, selaku perwakilan dari rombongan Daaru Muttaqien, juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan hangat pihak Tebuireng dalam memfasilitasi upaya penyambungan sanad keilmuan ini.
Dalam sesi inti, Mudir IV Pesantren Tebuireng, Gus Abdul Mughni, memberikan paparan mengenai keteladanan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kedalaman ilmu, kemuliaan akhlak, dan semangat perjuangan dakwah.
Senada dengan hal tersebut, Mudir III, H. Lukman Hakim, memberikan wawasan mengenai amanah kepesantrenan serta nilai-nilai “Ketebuirengan” yang menjadi identitas khas pesantren tersebut. Sementara itu, Mudir II bidang pendidikan, Gus M. Hasyim, membakar semangat para santri untuk terus menuntut ilmu setinggi mungkin dengan meneladani kegigihan pendiri Nahdlatul Ulama.
Pihak Pesantren Daaru Muttaqien berharap kunjungan ini memberikan dampak psikologis dan motivasi bagi para santri dalam menentukan arah pendidikan lanjutan setelah lulus nanti.
“Semoga kegiatan ini menjadi bekal bagi santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta menumbuhkan kecintaan terhadap tradisi keilmuan pesantren,” pungkas Ustadz Badrus Salam.
Acara ditutup dengan sesi ramah tamah dan ziarah ke makam masyayikh Tebuireng, memperkuat sisi spiritual dari rangkaian perjalanan tarbiyah tersebut.
Pewarta: Fatih Maulana
Editor: Sutan


















