Suasana bedah buku “Trik Ahli Neraka” karya Hilmi Abedillah, alumnus Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Senin (17/9/2018) di aula Ma’had Aly. (Foto: Sutan)

Tebuireng.online- Alumni Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang, Hilmi Abedillah, Senin (17/9/2018) berhasil membedah buku karya pertamanya “Trik Ahli Neraka” di aula gedung Ma’had Aly.  Acara yang dihadiri oleh mahasantri dan alumni ini sekaligus untuk memeriahkan agenda Muharram yang diadakan oleh pengurus Badan Eksekutif Mahasantri (BEM) Ma’had Aly.

Bedah buku ini juga menghadirkan pembanding karya, yaitu Zainuddin Sugendal dan Rara Zarary, yang juga memiliki jejak langkah sebagai penulis beberapa karya. Antologi cerpen “Trik Ahli Neraka” ini berisi kumpulan cerpen yang berjumlah sebanyak tujuh belas judul. Dalam pemaparannya, penulis menerangkan bahwa pengambilan judul tersebut diambil dari judul pertama cerpen yang menjadi tema pokok atas judul yang lain.

“Buku tersebut merupakan stand up komedi yang dicerpenkan. Kurang pas kalo disebut bedah buku. Tetapi kelebihannya, bisa melogikakan sesuatu yang tidak logis,” tutur pembanding pertama, Zainuddin dalam menanggapi karya Hilmi.

Selain itu, Ustadz Zain sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa dalam buku tersebut penulis menggambarkan bagaimana malaikat dan manusia di neraka seperti maba yang sedang ospek,  bagaimana orang-orang di dalam neraka disamakan seperti manusia-manusia pada umumnya yg tertindas,  minumnya darah dan nanah, yang tentu banyak lagi tulisan-tulisan Hilmi yang sangat imajinatif.

Dilanjut oleh pembanding yang kedua, Rara Zarary yang mengaku sangat berterima kasih kepada penulis, karena di zaman yang biasanya orang-orang sibuk menulis tentang cinta,  rindu,  cemburu,  justru Hilmi Abedillah menghadirkan tulisannya dengan mengulas sesuatu yang kebanyakan anak muda saat ini melupakan.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Mengingatkan saya, banyak pemuda yang melupakan kodrat kehidupan, mungkin karena kita terlalu disibukkan oleh perasaan kita, egois, dan selalu muncul pertanyaan apa dan bagaimana saya bahagia, bukan bagaimana cara saya mampu membuat orang lain bahagia,” ungkapnya.

Menurut Rara, karya Hilmi ini memiliki imajinasi yang sangat liar, yang di dalamnya juga mengandung kritik yang sangat syarat makna.

“Belum pernah merasakan neraka, tapi beliau sudah bisa menggambarkannya, tentunya dengan contoh-contoh yang imajinatif tetapi masuk akal,” imbuhnya.

Setelah acara bedah buku, agenda Muharram selanjutnya dikemas dengan pengajian yang disampaikan oleh KH. Farid Zaini, dengan tema “Rekonstruksi Spirit Hijrah dalam Jiwa Mahasantri”.


Pewarta: Rafiqatul Anisah

Editor/Publisher: RZ