Al-Ghazali Minta Nasihat & Doa ke Gus Sholah

Al-Ghazali silaturahmi ke Pesantren Tebuireng. Pada kesempatan itu, ia meminta nasihat dan doa pada Gus Sholah. Usai silaturahmi ia ziarah makam Masyayikh Tebuireng, Kamis (21/02). (Foto: Bagas)

Tebuireng.online- Usai menjenguk ayahnya, Rutan Medaeng di Sidoarjo, Jawa Timur, Ahmad Al-Ghazali atau yang akrab dipanggil Al, melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Tebuireng, Kamis (21/02).

Kunjungan ke Pesantren Tebuireng ini diakuinya dalam rangka sowan, meminta nasihat pada Gus Sholah, dan ziarah ke maqbaroh KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Al-Ghazali beserta rombongan tiba di Tebuireng pada pukul 14.00 wib langsung menuju Dalem Kasepuhan Pesantren Tebuireng yang disambut langsung oleh KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah) dan Ibu Nyai Farida, Gus Irfan Yusuf, dan mudir Pesantren Tebuireng, H. Lukman Hakim.

Di ruang tamu, kurang lebih selama 10 menit Al-Ghazali sempat menceritakan tentang kondisi ayahnya, Ahmad Dhani. Kepada Gus Sholah, Al Ghazali memohon nasihat dan doa.

“Harus sabar, kuat, dan tangguh. Pasti Allah punya jalan yang baik ke depannya,” ungkap Gus Sholah pada anak pertama Maiia Estianti ini.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Usai dari Dalem Kasepuhan, Al menuju ke makam masyayikh Tebuireng untuk melakukan ziarah makam pendiri NU, Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, dan Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

“Alhamdulillah tentunya seneng bisa sowan ke Gus Sholah, dan berziarah  ke makam salah satu idola Ayah, yaitu Gus Dur,” tutur putra pertama dari Ahmad Dhani tersebut saat diwawancarai reporter tebuireng online.

Al beserta rombongan meninggalkan Pondok Pesantren Tebuireng pada pukul 15.10 WIB langsung menuju ke Surabaya.

Pewarta: Luluk / Karomi
Editor/Publisher: RZ

🤔  Al-Ghazali, Membabat Permainan Akrobatisme Intelektual