Aku yang Tidak Dipilih

55
Sebuah ilustrasi perempuan berdoa

Aku Pernah Berharap
menjadi nama yang pertama disebut.
Namun ternyata, aku hanya bayangan,
yang diingat ketika yang lain tak ada.

Aku menatap mereka
yang selalu didahulukan, dipuji, disayang.
Sementara aku?

Belajar menunduk agar tak kelihatan kecewa.
Tapi kini aku tahu,
dipilih bukan segalanya,

kadang Allah sengaja menunda sorot cahaya,
agar aku belajar bersinar tanpa panggung.


Ikhlas yang Perlahan Aku Pelajari
Ikhlas itu bukan perkara mudah,
bukan tentang senyum saat hati luka.

Ia seperti menelan air asin
perih, tapi tetap menghidupkan.

Aku belajar bahwa tenang itu bukan lupa,
melainkan menerima bahwa tak semua harus aku punya.

Karena mungkin,
tempatku bukan di depan,
tapi di hati yang tetap lembut meski tak dianggap.


Untuk Diriku yang Bertahan
Hai kamu,
yang terus mencoba meski sering dikalahkan waktu.
Yang diam, tapi hatinya penuh doa.
Yang tersisih, tapi tak menyerah percaya.

Suatu hari, kamu akan mengerti
tidak ada langkah yang sia-sia,
selama kamu melangkah dengan niat yang benar.

Sebab Allah tidak menilai cepatnya sampai,
tapi seberapa tulus kamu bertahan di jalan-Nya.



Penulis: Wan Nurlaila Putri
Editor: Rara Zarary

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online